Mata Lokal UMKM

Kudok Betelogh Jadi Inovasi Cendera Mata Khas Pagar Alam

Salah satunya adalah kerajinan senjata khas Besemah (Pagar Alam), yaitu Kudok dan Pisau.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Wawan Septiawan
KUDOK BETELOGH - Salah seorang pengrajin sedang membuat senjata khas Besemah (Pagar Alam), yaitu Kudok dan Pisau, Senin (3/2/2025). Alat tersebut tidak hanya digunakan oleh petani namun sekarang sudah diinovasi menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pagar Alam. 

SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM - Kota Pagar Alam, yang terkenal dengan pertanian dan pariwisatanya, memiliki daya tarik lain yang tak kalah menarik.

Di balik keindahan alam dan kebun kopi yang menghijau, terdapat sentuhan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satunya adalah kerajinan senjata khas Besemah (Pagar Alam), yaitu Kudok dan Pisau.

Para pengrajin dan pandai besi di Pagar Alam tidak hanya menciptakan alat pertanian dan senjata untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mengubahnya menjadi inovasi cendera mata yang menarik bagi wisatawan.

Dian, salah satu penjual senjata khas Pagar Alam, mengatakan bahwa mereka saat ini membuat cendera mata dari senjata khas Pagar Alam dengan mengubahnya menjadi pajangan atau hiasan rumah.

Salah satu inovasi yang mereka lakukan adalah menciptakan "Kudok Betelogh", yaitu Kudok yang ditempatkan di dalam kotak kaca.

Inovasi ini ternyata mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, terutama warga Pagar Alam yang berada di luar daerah.

"Sudah banyak yang membeli dan ingin dibuatkan cendera mata dan pajangan ini. Kebanyakan pemesannya adalah warga Pagar Alam yang ada di luar Pagar Alam," ujar Dian, Senin (3/2/2025).

Tidak hanya warga lokal, wisatawan juga tertarik dengan pajangan tersebut dan memesannya untuk dipajang di rumah mereka.

Untuk mendapatkan kerajinan ini, pembeli harus memesan terlebih dahulu karena proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus.

Harga Kudok Betelogh bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1 jutaan, tergantung pada ukuran dan jumlah Kudok yang dimasukkan ke dalam kotak kaca.

Sementara itu, Adi, seorang pandai besi yang menempa besi menjadi Kudok, mengatakan bahwa pesanan untuk pembuatan alat pertanian dan senjata khas Pagar Alam Kudok Betelogh masih stabil.

"Stabil-stabil saja, karena kami membuat bahan setengah jadi belum siap jual jika untuk dijadikan cendera mata. Konsumen kami juga kebanyakan petani langsung yang ingin menempa alat pertanian dan para penghobi dan pengoleksi senjata khas dari wilayah Pagar Alam ini saja," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved