Berita Palembang

Lorong Basah Night Culinary Palembang, Investasi Miliaran Rupiah yang Kini Tinggal Kenangan

Lorong Basah di kawasan 16 Ilir Palembang, yang pernah disulap menjadi Lorong Basah Night Culinary (LBNC)

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Mat Bodok
Lorong Basah di kawasan 16 Ilir Palembang, yang pernah disulap menjadi Lorong Basah Night Culinary (LBNC) untuk menyambut Asian Games 2018, kini hanya tinggal kenangan, Sabtu (25/1/2025) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Lorong Basah di kawasan 16 Ilir Palembang, yang pernah disulap menjadi Lorong Basah Night Culinary (LBNC) untuk menyambut Asian Games 2018, kini hanya tinggal kenangan.

Proyek yang menelan dana miliaran rupiah tersebut kini tampak terbengkalai dan tidak lagi berfungsi sebagai pusat kuliner malam.

Pantauan Sripoku.com pada Sabtu (25/1/2025) menunjukkan bahwa untuk mencapai Lorong Basah, pengunjung harus melewati beberapa lorong sempit di bawah Jembatan Ampera, seperti Lorong Tengkuruk Permai Blok A, B, dan C.

Pemandangan yang dulunya semarak dengan gemerlap lampu dan jajanan kuliner kini telah berubah drastis.

Keindahan LBNC yang pernah ada telah lenyap. Bangunan yang dibangun oleh Pemerintah Kota Palembang dengan biaya miliaran rupiah kini tampak kusang dan tidak terawat.

Suasana Lorong Basah Night Culinary (LBNC) mengalami banyak perubahan mulai dari parkir liar hingga tenant pedagang yang saat ini disediakan oleh Dinas Pariwisata untuk menarik minat pedagang dan pengunjung, beberapa tahun lalu
Suasana Lorong Basah Night Culinary (LBNC) mengalami banyak perubahan mulai dari parkir liar hingga tenant pedagang yang saat ini disediakan oleh Dinas Pariwisata untuk menarik minat pedagang dan pengunjung, beberapa tahun lalu (Dokumen SRIPOKU.COM)

Rangka atap kanopi penahan hujan sudah bocor, sehingga pedagang kaki lima yang berjualan di sana terpaksa memasang atap terpal tambahan untuk melindungi dagangan mereka dari hujan.

"Inilah namanya Lorong Basah yang pernah disulap menjadi Lorong Basah Night Culinary, yang berjalan tidak begitu lama," ujar Parman, seorang pedagang, sambil menunjuk atap yang bocor dan kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Kondisi Lorong Basah saat ini sangat kontras dengan citra yang pernah dibangun. Atap transparan dan kanopi yang dulunya berfungsi sebagai pelindung kini bocor di sana-sini.

Para pedagang terpaksa berinisiatif memasang terpal tambahan untuk melindungi barang dagangan mereka.

"Atap transparan, kanopi sudah bocor, maka itu pedagang harus memasang terpal tambahan," jelas Parman.

Keramaian di Lorong Basah hanya terlihat saat hari-hari besar dan musim masuk sekolah. Di luar waktu tersebut, suasana sangat sepi.

"Sepi, kalau lewat saja bisa berdendang saking sepinya," timpal Mariam, seorang pedagang yang masih bertahan di sana.

Para pedagang juga mengonfirmasi bahwa aktivitas kuliner malam di LBNC sudah lama berhenti. Lampu-lampu hias yang dulunya menghiasi lorong pun kini tidak berfungsi lagi.

"Wau, kalau itu sudah lama tidak buka lagi kuliner malamnya, lampu-lampu hias yang bergemerlapan saja tak berfungsi lagi," ungkap salah seorang pedagang.

Meskipun demikian, ada satu hal positif yang diungkapkan para pedagang, yaitu kondisi jalan di Lorong Basah yang kini sudah berkeramik dan tidak lagi becek seperti dulu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved