Berita Kilang Pertamina Plaju

Kilang Pertamina Plaju Edukasi Masyarakat Tentang Penyakit Menular

Pemateri dihadirkan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, BNN Provinsi Sumsel, Yayasan Sriwijaya Plus dan gerakan kampanye “Saya Berani”.

Editor: Yandi Triansyah
handout
Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kilang Pertamina Plaju mengedukasi pekerja dan masyarakat umum tentang pentingnya pencegahan penyakit menular melalui seminar yang digelar di Gedung Aneka, Jumat (24/1/2025). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kilang Pertamina Plaju mengedukasi pekerja dan masyarakat umum tentang pentingnya pencegahan penyakit menular melalui seminar yang digelar di Gedung Aneka, Jumat (24/1/2025).

Dengan mengusung tema “Love Safe, Live Safe”, seminar ini membahas isu-isu penting terkait pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS dan dampak narkoba terhadap generasi muda.

Pemateri dihadirkan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, BNN Provinsi Sumsel, Yayasan Sriwijaya Plus dan gerakan kampanye “Saya Berani”.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III - PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari berharap, melalui edukasi ini, perusahaan dapat berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bebas dari penyakit menular serta penyalahgunaan narkotika.

“Melalui edukasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat, menghilangkan stigma terhadap penderita penyakit menular seperti HIV/AIDS, serta menjauhi narkoba. Hal ini sejalan dengan komitmen Kilang Pertamina Plaju untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan,” ujar dia.

Ciptakan Generasi Muda Bebas Narkoba

Ratusan peserta hadir dalam seminar ini, mulai dari pekerja, keluarga, mitra kerja, masyarakat umum hingga mahasiswa dari berbagai kampus di Palembang.

Dinas Kesehatan Kota Palembang menyebutkan, HIV/AIDS menjadi salah satu penyakit menular yang berbahaya.

Selain karena karena penyebaran virusnya, penyakit ini juga semakin diperparah karena stigma negatif masyarakat yang memperburuk kondisi mental penderita.

Inilah isu yang terus digaungkan oleh gerakan kampanye seperti “Saya Berani”, yang mendorong agar masyarakat dapat menghilangkan stigma negatif terhadap penderita HIV.

Virus ini umumnya ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah, cairan kelamin, atau ASI, serta penggunaan jarum suntik tidak steril, apalagi dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Hal itu dibenarkan oleh Yeni Yulita, S.KM, penyuluh narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan.

Di sisi lain, pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) juga semakin menemui tantangan yang kian kompleks.

Bahkan, kandungan ekstrak ganja dapat diselundupkan dalam liquid (cairan) rokok elektrik. Hal itu mesti diwaspadai oleh masyarakat.

Rangkaian Gernas Bulan K3 Nasional

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved