Pilkada Muba 2024

KPU Resmi Tetapkan Toha-Rohman Bupati dan Wakil Bupati Muba Terpilih, Janji Berantas Kemiskinan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Banyasin (Muba) akhirnya menetapkan pasangan Toha-Rohman sebagai Bupati dan Wakil Bupati

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Toha-Rohman sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2030 di Kantor KPU Muba, Kamis (9/1/2024). 


SRIPOKU.COM, SEKAYU- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Banyasin (Muba) akhirnya menetapkan pasangan Toha-Rohman sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2030.

Penetapan pasangan terpilih ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih di Kantor KPU Muba Kamis (9/1/2024) pukul 08.00 WIB. Rapat pleno terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPU Muba Sigit Nugroho bersama sejumlah komisioner KPU Muba. Tak lupa perwakilan paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2 juga hadir, serta pimpinan partai politik pendukung.

Bupati Muba terpilih, Toha Tohet mengaku langkah awal yang akan langsung ia kerjakan saat menjabat Bupati adalah segera melakukan pemberantasan kemiskinan. Upaya tersebut akan digerakkan melalui rencana program kampanye mereka yakni Program Keluarga Maju (PKM).

"Lalu yang kedua tak lupa pembenahan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan. Jadi kedua program ini akan menjadi prioritas awal kita dan segera dijalankan," ujarnya.

Diketahui Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muba nomor urut 2, Toha-Rohman unggul dengan perolehan suara sebanyak 215.515 suara atau 62.24  persen dari total suara sah.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Muba, Sigid Nugroho mengatakan, angka partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muba sedikit meningkat dibandingkan pada pemilihan kepala daerah pada tahun 2017.

“Dari angka partisipasi pemilih kita pada Pilkada 2024 kemarin meningkat sekitar 7 persen dari sebelumnya," ujarnya.

Ia merincikan, angka partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2024 sebanyak 70, 8 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan pada Pilkada tahun 2017 dimana persentase angka partisipasi pemilih dibawah angka 65 persen.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya peningkatan angka partisipasi pemilih, yakni pertama masyarakat sudah paham dan peduli terhadap pentingnya pemilihan kepala daerah. Lalu kedua, sosialisasi yang cukup lama dan masif.

“Untuk angka partisipasi ini meski belum mencapai target yang diharapakan oleh KPU RI yakni sebesar 85-90 persen namun angka target yang kita capai sudah masuk dalam 50 besar di Indonesia," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved