Pawai Keliling, Cara Masyarakat Palembang Peringati Pertempuran 5 Hari 5 Malam, Tonggak Sejarah

"Peringatan perang lima hari lima malam ini tonggak sejarah Kota Palembang, sehingga perlu diperingati. Serangkaian kegiatan telah diadakan sejak 28

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/LINDA
Peringatan perang lima hari lima malam diadakan sejak 28 Desember 2024 dan puncaknya 1 Januari 2025. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pertempuran Lima Hari Lima Malam (5H5M) menjadi salah satu sejarah Kota Palembang.

Untuk itu diadakan  peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam yang terjadi pada 1947.

"Kita adakan pawai keliling, dengan harapan setiap masyarakat Palembang paham bahwa pada Januari ada pertempuran lima hari lima malam," kata Ketua pelaksana Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang, Vebri Al Lintani, Rabu (1/1/2025).

Menurutnya, tadi pawai keliling dilakukan dari Gedung Kesenian yang ada di Belakang walikota kemudian ke arah Cinde, ke Ampera lanjut ke Musi VI dan kembali ke Gedung Kesenian.

"Peringatan perang lima hari lima malam ini tonggak sejarah Kota Palembang, sehingga perlu diperingati. Serangkaian kegiatan telah diadakan sejak 28 Desember 2024 dan puncaknya 1 Januari 2025," katanya.

Serangkaian acara yang diadakan seperti ada pameran foto, lomba-lomba, diskusi, parade dan lain-lain. 

Vebri menceritakan, pada 1-5 Januari 1947 terjadi perang lima hari lima malam. Berdasarkan laporan dari Palang Merah Internasional korbannya ada sekitar 2500-3000 orang. 

"Jadi ini pertempuran yang dahsyat dan kalau kita bandingkan dengan pertemuan-pertemuan tempat lain tidak kalah dahsyat. Karena itu kita harus memperingati setiap tahunya," ungkapnya.

Menurutnya, betapa semangat juang para pendahulu untuk mempertahankan kemerdekaan dengan gagah berani.

Kalau bertempur itu separuh nyawa udah melayang, kira-kira taruhannya seperti itu kalau enggak selamat ya meninggal.

"Semangat itu harus kita warisi, bisa dengan mengisi pembangunan dan lain-lain. Kalau tidak kita siapa lagi yang bakal meneruskan semangat juang para pendahulu kita," katanya.

Sementara itu dalam penutupan kegiatan peringatan perang lima hari lima malam ini juga dihadiri Pj Walikota Palembang Cheka Virgowansyah.

"Kita punya aksi heroik 5 hari 5 malam pada tahun 1947, itu menunjukan bahwasanya kita tidak kalah seperti daerah-daerah yang lainnya seperti di Ambarawa, di Surabaya, Bandung lautan api dan Kota Palembang juga memiliki hal yang sama tidak kalah heroiknya," katanya.

Oleh karena itu mari bangga menjadi warga Kota Palembang dan kemudian mari isi kemerdekaan yang hari ini bisa dinikmati dengan cara kontribusi pada sektor masing-masing berikan yang terbaik.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved