Berita Palembang

Menteri Agama Minta Persiapkan Diri Bantu Tugas di Kementerian Agama, Khodijah: Mohon Doanya

Di mata menteri agama,  Prof Dr Nyayu Khodijah SAg MSi dinilai bisa membantu dan mendukung program kementerian khususnya bidang KSKK Madrasah.

Penulis: Mat Bodok | Editor: tarso romli
handout
Prof Dr Nyayu Khodijah SAg MSi dan Menteri Agama Prof H Nasaruddin Umar foto bareng usai pelantikan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Dr Nyayu Khodijah SAg, MSi minta doa dari masyarakat Sumatera Selatan agar dirinya bisa memenuhi harapan Menteri Agama agar lebih baik untuk masyarakat Indonesia dari Sabang sampai marauke. 

Sejak dilantik semalam, Selasa (24/12/2024) di Jakarta oleh Menteri Agama Prof H  Nasaruddin Umar sebagai Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Di mata menteri agama,  Prof Dr Nyayu Khodijah SAg MSi dinilai bisa membantu dan mendukung program kementerian khususnya bidang KSKK Madrasah. Sebab itu, dirinya dihubungi untuk mempersiapkan diri. 

Hal tersebut diceritakan Dr Nyayu Khodijah kepada Sripoku.com, mengenai perjalanan panjang dari Rektor UIN Raden Fatah Palembang, hingga menjabat sebagai Eselon II Kementerian. 

Awalnya, itukan Pak Menteri Agama sudah dua kali ke Palembang, pertama undangan dirinya untuk launching dan peresmian gedung.

Kemudian kedua kemarin berlangsung acara peresmikan Masjid Al Abduh di Sematang Borang.

Jadi pertemuan kedua kali pertemuan itu Beliau sudah menyampaikan ke dirinya untuk mempersiapkan diri membantu beliau di kementerian Agama. 

"Saat itu, saya tidak tahu posisi yang mana," ujarnya. 

"Lalu Beliau menelpon saya untuk memastikan kesediaan saya. Ya sebagai bawahan yang baik, lalu saya menyatakan siap," imbuhnya. 

"Samikna wak tok na, karena beliau bilang saat ini banyak persoalan yang dihadapi madrasah."

Khodijah menerangkan bahwa dirinya diminta untuk membentuk peserta didik yang bisa hidup dalam perbedaan, dipahami bahwa Indonesia ini banyak dan beragam. 

Bahwa kita ini tidak satu dari sisi agama, etnis, golongan dan sebagainya. 

Tentu dalam berbagai masalah dirasakan di sekolah madrasah ini bisa membentuk peserta didik dan bisa menerima perbedaan itu dan hidup dalam perbedaan. 

Karena itu, beliau sangat berharap mengembangkan kurikum. 

Lanjut Khodijah, Kurikulum berbasis Cinta bagaimana antar kita sebagai manusia hidup dalam perbedaan itu tapi saling mencintai. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved