Berita Pagar Alam
Gas LPG 3 Kilogram Langka di Pagar Alam Jelang Nataru, Dijual Rp 35 Ribu per Tabung
Kondisi ini membuat masyarakat selain mengeluh juga bertanya-tanya kemana larinya gas Elpiji 3 kg di Pagar Alam tersebut.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM- Sejak beberapa pekan belakangan ini media sosial di Pagar Alam dipenuhi postingan warga yang sedang antre dan mencari gas bersubsidi 3 Kilogram (Kg) jelang Natal dam Tahun Baru (Nataru).
Masyarakat Pagar Alam mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas untuk rakyat miskin tersebut.
Kondisi ini membuat masyarakat selain mengeluh juga bertanya-tanya kemana larinya gas Elpiji 3 kg di Pagar Alam tersebut, pasalnya hal ini kerap kali terjadi terutama mendekati hari-hari besar.
Seperti kali ini, kelangkaan gas Elpiji 3kg terjadi menjelang perayaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Informasi yang berhasil dihimpun, selain susah di dapat harga jual gas Elpiji 3 kg di Pagar Alam sudah tidak masuk akal, yaitu berkisar di harga Rp35 ribu per tabungnya.
"Susah sekali pak cari gas 3 kg di Pagar Alam sekarang. Saya harus keliling dari sore pak baru dapat malam ini, itupun dengan harga yang mahal yaitu Rp35 ribu pertabung," ujar Rendi salah satu warga Pagar Alam.
Dengan harga Rp35.000 ini cukup membuat masyarakat terkejut, pasalnya sangat jauh dari harga sebelumnya yang berkisar di harga Rp23.000 sampai Rp25.000 pertabungnya.
"Tapi karena sudah menjadi kebutuhan, kami terpaksa harus beli meskipun harganya mahal karena jika tidak dibeli maka tidak bisa masak dirumah pak," katanya.
Sementara Mansa (42) warga Pagar Alam lainnya sangat menyayangkan dengan kondisi ini, pasalnya ditengah masyarakat sedang kesusahan mencari gas Elpiji 3 kg masih ada saja oknum yang memanfaatkan untuk mencari keuntungan lebih.
"Kami sangat berharap dinas terkait untuk cepat menindak oknum-oknum yang menjual gas Elpiji 3 kg yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) tersebut. terutama jika ada oknum yang sengaja menimbun dan menjual mahal gas 3 kg ini," harapnya.
Pasalnya jika terus dibiarkan akan lebih banyak lagi kedepan oknum yang memanfaatkan kondisi seperti ini untuk mencari keuntungan yang lebih besar.
"Kami minta pihak berwajib turun cepat dan menindak oknum yang nakal tersebut. Jangan sampai masyarakat yang selalu menjadi korban dari kepentingan sekelompok mafia gas ini," tegasnya.
Sebelumnya, Andri Kabid Perdagangan Disperindagkop Pagar Alam menghimbau kepada masyarakat lewat video singkat menyampaikan kepada masyarakat untuk menjadi pembeli yang bijak yaitu satu KTP satu tabung sesuai dengan aturan dari Pertamina.
"Sebenarnya tidak ada kelangkaan di Pagar Alam, bahkan ada penambahan di Nataru ini. Namun dari keterangan Pertamina terdapat 8 pangkalan di Pagar Alam yang di PHU akibat kecurangan," jelasnya
| Abaikan Peringatan Pemerintah, Lapak Pedagang di Kawasan Terminal Nendagung Ditertibkan |
|
|---|
| Wali Kota Pagar Alam Luncurkan Program RTLH Serentak, Tegaskan Rumah sebagai Kebutuhan Dasar |
|
|---|
| Kejari Pagar Alam Dalami Dugaan Korupsi Dana KUR di Salah Satu Bank Pemerintah Daerah |
|
|---|
| PTPN Tutup Objek Wisata Gunung Dempo, Pemkot Pagar Alam Siap Fasilitasi Solusi |
|
|---|
| Pemprov Sumsel Mediasi Penutupan Wisata Gunung Dempo Pagar Alam, Pemkot dan PTPN Harus Duduk Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Harga-gas-3-kilogram-kg-di-Muratara-masih-tinggi-pasca-lebaran-ini.jpg)