Kunci Jawaban

Kunci Jawaban ESPS IPAS Kelas 6 SD Volume 1 Halaman 38-39 Kurikulum Merdeka, Soal HOTS

Semoga Kunci Jawaban ESPS IPAS Kelas 6 SD Volume 1 Halaman 38-39 Kurikulum Merdeka ini bisa menjadi referensi belajar peserta didik di rumah.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Fadhila Rahma
Youtube
Kunci Jawaban ESPS IPAS Kelas 6 SD Volume 1 Halaman 38-39 Kurikulum Merdeka, Soal HOTS 

SRIPOKU.COM - Berikut ini Kunci Jawaban ESPS IPAS Kelas 6 SD Volume 1 Halaman 38-39 Kurikulum Merdeka, Soal HOTS.

Semoga Kunci Jawaban ESPS IPAS Kelas 6 SD Volume 1 Halaman 38-39 Kurikulum Merdeka ini bisa menjadi referensi belajar peserta didik di rumah.

Baca juga: Kunci Jawaban Post Test, Pelibatan Murid Merupakan Peran yang Penting untuk Kita Dapat Membantu

HOTS

1. Perhatikan gambar berikut.

a. Apa mama komponen darah yang ditunjukkan oleh A? Sel darah putih (leukosit)

b. Apa nama komponen darah yang ditunjuukkan oleh B? Sel darah merah (eritrosit)

c. Dalam keadaan normal, manakah yang jumlahnya lebih banyak dalam sistem peredaran darah? Sel darah merah

d. Apa yang akan terjadi jika bagian A jumlahnya lebih banyak dari jumlah normal? Terjadinya leukositosis. Hal ini bisa terjadi karena tubuh melawan infeksi, adanya penyakit tertentu atau stres. Leukositosis dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

e. Apa nama kelainan yang terjadi jika bagian B jumlahnya berkurang di dalam sistem peredaran darah? Jika jumlah eritrosit lebih sedikit dari keadaan normal, kondisi ini disebut anemia. Anemia dapat menyebabkan beberapa dampak negatif pada kesehatan karena eritrosit memiliki peran penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh.

2. Dimas melakukan percobaan untuk mengetahui aktivitas tubuh terhadap kerja sistem peredaran darah. Percobaan tersebut dilakukan dengan menghitung denyut nadi pada pergelangan tangan. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut.

a. Apa kesimpulan yang dapat kamu peroleh dari hasil percobaan tersebut? Aktivitas berlari selama 2 menit menyebabkan denyut nadi lebih cepat dibandingkan saat istirahat.

b. Bagaimana hubungan antara denyut nadi dengan aktivitas yang dilalukan? Denyut nadi atau detak jantung berkaitan erat dengan aktivitas yang dilakukan. Saat kita beraktivitas, seperti berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi. Jantung merespons dengan meningkatkan denyut nadi memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh, Intensitas aktivitas memengaruhi seberapa cepat denyut nadi meningkat dan setelah beraktivitas, denyut nadi cenderung kembali ke tingkat normal.

Tingkat kebugaran dan kondisi jantung seseorang juga dapat memengaruhi denyut nadi, di mana orang yang lebih fit cenderung memiliki denyut nadi yang lebih rendah pada saat istirahat.

c. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Jelaskan! Hubungan antara denyut nadi dan aktivitas berasal dari kebutuhan tubuh akan oksigen dan energi selama beraktivitas. Saat kita melakukan aktivitas fisik, otot-otot bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan oksigen untuk menhasilkan energi. Saat aktivitas meningkat, sistem saraf otonom mengirimkan signal kepada jantung untuk memompa lebih banyak darah ke selutuh tubuh. Ini merupakan jumlah denyut nadi bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan mengantarkan lebih banyak oksigen ke otot-otot yang bekerja.

3. Perhatikan gambar di samping.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved