Suhu di Sumsel Mencapai 34 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG Sumsel

Sumsel sudah memasuki puncak musim kemarau, sehingga suhu udara begitu terasa panas bahkan suhunya bisa berkisar 32 - 34 derajat celcius

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
Shutterstock
ilustrasi cuaca panas -- Sumsel sudah memasuki puncak musim kemarau, sehingga suhu udara begitu terasa panas bahkan suhunya bisa berkisar 32 - 34 derajat celcius 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan (Sumsel) sudah memasuki puncak musim kemarau, sehingga suhu udara begitu terasa panas bahkan suhunya bisa berkisar 32 - 34 derajat celcius. 


Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo, pada musim kemarau suhu udara khususnya pada siang hari akan terasa panas bahkan suhunya bisa berkisar 32 - 34 derajat celcius.


"Namun suhu tersebut masih normal, terasa lebih panas karena saat musim kemarau tutupan awan sangat minim sehingga terasa gerah kita rasakan," kata Nandang saat dikonfirmasi, Minggu (28/7/2024).


Menurutnya, kondisi ini akan berlangsung hingga musim kemarau berakhir di awal Oktober mendatang. Saat ini puncak musim kemarau diperkirakan pada akhir Juli hingga Agustus tahun ini. 


"Berdasarkan data hari tanpa hujan (HTH) dasarian 2 Sumsel sebagian besar wilayah sudan lebih dari 10 hari tidak ada hujan. Maka diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan ataupun kebun," katanya.


Sebab menurut Nandang, potensi hotspot semakin meningkat yang dapat menyebabkan Karhutla diwilayah Sumsel. Lalu, perbanyak minum air  mineral untuk menjaga kondisi tubuh pada siang hari.


"Hindari aktivitas pada siang hari dan gunakan masker karena panas serta debu saat ini meningkat," katanya.


Sementara itu sebelumnya Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis mengatakan, pada siang hari saat musim kemarau tidak ada awan, sehingga radiasi matahari pada siang hari optimal sampai ke permukaan bumi.


Menurutnya, secara umum kemarau sudah mulai sejak pertengahan Juli kecuali sebagian OKI dan OKU sudah sejak akhir Mei. Setiap daerah di Sumsel periode musim kemarau berbeda - beda, seperti OKI dan OKU yang sudah lebih dulu masuk musim kemarau. 


"Sementara untuk puncak kemarau di Sumsel terjadi pada Juli hingga Agustus 2024," katanya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved