Harga Emas

Harga Emas di Palembang Rp 7,4 Juta Per Suku, Warga Banyak yang Beli Daripada Jual

Naiknya harga emas dunia berdampak pada harga perhiasan di Kota Palembang, Kamis (4/7/2024). 

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Hartati
Pemilik toko emas Makmur Awi tengah menata emas di etalase tokonya di terminal Sako Perumnas, Jumat (21/6/2024) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Naiknya harga emas dunia berdampak pada harga perhiasan di Kota Palembang, Kamis (4/7/2024). 

Seperti pantauan di toko emas Makmur Jaya Palembang harga emas naik sebesar Rp 50 ribu. 

Adapun harga per suku atau 6,7 gramnya diangka Rp 7,350-7,400 juta. 

Harga ini berbeda bergantung model sama upah variasi model perhiasan yang dipilih.

"Harga hari ini naik Rp 50 ribu dibanding harga kemarin," ujar Awi pemilik toko emas Makmur Jaya.

Sementara itu harga jual kembali dipotong upah sebesar Rp 250-300 ribu per suku tergantung jenis emas perhiasan yang akan dijual lagi.

Awi mengatakan, meski harga emas naik namun masyarakat justru lebih banyak membeli emas dibanding menjual emas karena masyarakat semakin percaya emas jadi investasi menjanjikan karena harganya terus naik.

Sementara itu harga emas batangan atau logam mulia Antam hari ini dibandrol Rp 1.381.445 per gram sudah termasuk pph 0,25 persen.

Harga ini naik dibanding harga kemarin yang dibandrol Rp 1.365.000 per gram atau naik Rp 16 ribu per gramnya.

Baiknya harga emas ini juga membuat gadai emas dan penjualan emas di Pegadaian justru naik.

Kabag Humas Protokoler PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Joko Nk Nugroho mengatakan, saat ini Pegadaian semakin diminati masyarakat dengan presentase kenaikan pinjaman gadai atau outstanding loan (OSL) sebesar 21 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain nilai pinjaman gadai naik, Pegadaian juga mencatat kenaikan jumlah nasabah gadai sejak bulan April hingga Juni 2024 sebesar 6 persen.

"Kenaikan nilai gadai karena dampak dari euphoria liburan sekolah hingga persiapan masuk sekolah, termasuk momen hari raya Idul Adha sehingga gadai jadi solusi mencari dana segar dengan cepat," ujar Joko, Kamis (4/7/2024).

Joko menyebut masyarakat lebih suka gadai baik barang maupun emas karena gadai maka investasi emas yang pernah dimiliki masih ada dan tidak langsung habis terjual karena dapat tetap dipertahankan.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved