Reuni Legend Sriwijaya FC

Daftar 30 Legenda Hadir di Laga Reuni Legend Sriwijaya FC, Duel Bintang Era Double Winner vs ISL

Didampingi panpel lainnya Panglima Pemenangan MATAHATI ini ingin memastikan agar semua rangkaian acara bisa membuat nyaman.

|
Penulis: Arief Basuki | Editor: Odi Aria
Kolase
Starting eleven Sriwijaya FC juara ISL (atas), skuad juara double winnner (bawah). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG  - Panitia Pelaksana Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC memastikan gelaran laga dua tim yang bakal diperankan para pelaku sejarah kejayaan Laskar Wong Kito bakal tetap dilaksanakan profesional.

Keseriusan untuk menggelar event yang bertujuan membangkitkan semangat Sriwijaya FC yang pernah berjaya dan disegani seantero tanah air dibuktikan sang penggagas Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC, Ir H Syahrial Oesman MM dengan turun langsung mengecek kesiapan panpel untuk menggelar laga nostalgia super big match pada 30 Juni 2024 nanti. 

Didampingi panpel lainnya Panglima Pemenangan MATAHATI ini ingin memastikan agar semua rangkaian acara bisa membuat nyaman.

Panitia telah mentargetkan tanggal 27 Juni batas waktu persiapan semua perangkat dan 29 Juni akan dilakukan simulasi gladi bersih diikuti semua panpel yang terlibat.

"Sebab SO ingin walau pertandingan ini Fun Game tapi tetap digelar sama seperti pertandingan liga sebagaimana mestinya," ungkap Andie Pedoo, Manajer Tekhnis Reuni Legend SFC

Ketua Pelaksana Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC, Syahrial Oesman menyampaikan, pihaknya sudah menghubungi semua pemain yang tergabung dalam tim juara di musim 2007 dan tim juara musim 2012.

Namun, ada beberapa yang tidak bisa, karena kondisi pemain tersebut yang berhalangan.

"Seperti Benben Berlian yang sudah setuju, namun saat ini kondisinya lagi sakit (DBD) jadi masih melihat kondisi akhir lagi," katanya.

Ia menjelaskan, pemain- pemain yang tercatat dalam tim di musim 2007 dan musim 2012 ada yang beberapa lost contact.

"Kita coba hubungi Liem, mulai dari agennya dan rekan-rekan pemain lain, namun tidak ada kepastian. Apakah sudah pulang ke negaranya dan lain-lain. Sama halnya dengan Obiora, kita sulit mencari nomor kontak untuk menghubunginya," ungkapnya.

Tetap Jaga Ketertiban dan Keamanan 

Andie Pedoo mengakui memang pihaknya meminta gelaran ini tetap profesional walaupun ini sifatnya fun game nostalgia.

"Ini dibuat secara teknis seperti layaknya kita menggelar pertandingan Liga 1," ujarnya.

Dari pintu masuk gerbang parkiran Jakabaring Sport City (JSC), saat masuk stadion sama diberlakukan ada penjagaan pihak keamanan, kepolisian, penjagaan Panpel, pemeriksaan tiket.

"Tidak boleh bawa botol-botol, sajam, tidak boleh bawa smoke gun. Segala prosedur Panpel Liga seperti biasanya kita arahkan seperti itu," kata mantan Asisten Manajer Tim Sriwijaya FC.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved