Berita Palembang

Ratu Dewa Perbolehkan Sekolah di Palembang Gelar Study Tour, Bus yang Digunakan Harus Lulus Uji KIR

Pj Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan sebenarnya study tour boleh saja dilaksanakan asal jelas tujuan dan manfaatnya.

Penulis: Hartati | Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Hartati
Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ramai pemberitaan sejumlah sekolah yang melakukan study tour dan mendapat musibah kecelakaan hingga merenggut korban jiwa.


Menanggapi kebijakan study tour apakah boleh dilaksanakan atau tidak, Pj Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan sebenarnya study tour boleh saja dilaksanakan asal jelas tujuan dan manfaatnya.


Bus yang akan digunakan tour juga harus aman yakni lulus uji laik atau kir kendaraan oleh Dinas Perhubungan.


"Busnya harus lulus uji KIR dulu, jadi sebelum berangkat harus di kir dulu dan mengantongi surat laik dulu baru boleh jalan," ujar Ratu Dewa, Selasa (28/5/2024).


Namun jika studi tour tidak bermanfaat dan tujuan tidak jelas juga memberatkan orang tua siswa maka jangan dilakukan karena berkaitan dengan biaya.


Dewa menyebut perpisahan saja ditiadakan agar tidak memberatkan orang tua atau wali murid.


"Kita kaji dulu apakah lebih besar manfaatnya dari pada mudoratnya studi tuor, kalau lebih besar mudoratnya jangan dilakukan," ujar Ratu Dewa.

Seperti diketahui, banyak sekolah di Indonesia yang melakukan study tour dan mendapat musibah kecelakaan hingga merenggut korban jiwa.

Terbaru, sebuah mobil bus Minanga yang membawa rombongan study tour SDN 1 Harisan Jaya, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumsel mengalami kecelakaan.

Insiden nahas tersebut terjadi di Jalan Lintas Timur, tepatnya di Desa Buluh Cawang, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (24/04/2024) malam. 

Akibat peristiwa peristiwa maut tersebut, dikabarkan dua korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa kecelakaan itu sontak viral di media sosial. Mobil bus Minanga bernopol BE 7431 BU itu terbalik ditengah badan jalan.

Bahkan, semua penumpang dan barang-barang berhamburan keluar dari badan mobil. Tak hanya itu, suara tangisan anak-anak juga terdengar sangat ramai.

Posisi bus terguling di tengan jalan dengan lampu masih menyala dan kaca-kaca mengalami pecah berantakan.

Juga tampak penumpang anak-anak yang menangis, dan juga ada penumpang yang terkpar di aspal.

Akibat kecelakaan itu, jalanan juga terlihat macet panjang. Banyak mobil truk dan fuso tidak bisa melintas karena badan bus menghalang jalan.

Dulu sekolah tersebut merupakan SD Negeri 3 Cempaka, karena ada pemekaran desa, nama sekolah berganti menjadi SD Negeri 1 Harisan Jaya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved