Seleksi Panwascam di Palembang Sumsel Diindikasikan Curang, Ini Kata Pengamat

Terindikasi kecurangan dalam seleksi petugas adhock pengawas pemilu seperti Panwascam, ketua Bawaslu Palembang Yusnar sebut salah input

Penulis: Arief Basuki | Editor: adi kurniawan
Handout
Seleksi Panwascam terindikasi kecurangan dalam seleksi petugas adhock pengawas pemilu, ketua Bawaslu Palembang Yusnar sebut salah input 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG -- Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar menyayangkan terjadinya indikasi kecurangan dalam seleksi petugas adhock pengawas pemilu, meskipun dikatakan ketua Bawaslu Palembang Yusnar hal itu karena salah input. 

"Mudahnya ketua Bawaslu Palembang Yusnar menjawab bahwa terjadi salah input, dan telah diselesaikan diatas kertas bermaterai, padahal secara terang benderang, bahwa terjadi rekayasa secara terencana dan serius atas sosok para calon, atau peminat untuk menjadi anggota Panwascam, " kata Bagindo. 

Menurut Bagindo, dugaan kecurangan itu dilakukan dengan memanipulasi proses juga registrasi pendaftaran, berikut  hasil seleksi Panwascam

"Artinya, bagi para anggota Bawaslu Palembang, harus diambil tindakan tegas, dengan 'Memberhentikan Secara Tidak Hormat' dengan segera dari Jabatannya saat ini oleh Bawaslu pusat, " tegansya.

Disisi lain, bisa saja praktek atau modus penyalahgunaan wewenang dalam seleksi anggota Panwascam, Panwas kelurahan atau penyelenggara, juga telah acapkali  dilakukan selama ini. 

Apalagi tidak menutup kemungkinan para anggota Bawaslu Kota ini, begitu 'terpanggil secara profesional' hingga harus melanggar aturan yang melekat pada jabatan mereka, demi hasrat atau syahwat Paslon 'kandidat tertentu' yang akan berkontestasi dalam Pilkada serentak November nanti. 

"Sebab kabar atau rumor yang beredar dipublik  sepertinya begitu, dan untuk itu", tandasnya. 

Sebelumnya dikabarkan, hasil perekrutan Petugas Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) tingkat kecamatan (Panwascam) di kota Palembang, yang lulus dan telah dilantik, terindikasi penuh kecurangan. 

Hal ini terlihat dari hasil pengumuman Panwascam Tingkat kecamatan, yang diduga syarat akan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). 

Beberapa nama yang terlihat itu, seperti inisial Jhon Harmis yang melaksanakan Tes CAT di Kecamatan Kalidoni ternyata lolos di Sako, Mursidah tes CAT di  Seberang Ulu I lolos di Ilir Barat I, kemudian M Pasya Rahmatullah melaksanakan CAT di Jakabaring nyatanya lolos di Kemuning, Sopan Sofuan CAT di Sematang Borang lolos di Kalidoni.

Kemudian ada nama Rinak tes CAT di Sako lolos di Plaju, Hery Amriadi tes CAT di AAL (Alang- Alang Lebar) ternyata lolos di Kecamatan Seberang Ulu I, terakhir ada nama M Harman Alfajri melaksanakan CAT di Ilir Timur (IT) III lolos di IT II,

Salah satu calon petugas  yang tidak lulus dalam mengikuti ujian masuk Renol Kurniawan, mengatakan indikasi kecurangan atau permainan dapat dilihat dari pengumuman yang sudah dikeluarkan oleh Bawaslu Palembang.  

"Ternyata ada beberapa petugas yang ikut dalam seleksi lulus ditempat lain. Padahal mereka mengikuti dari kecamatan lain. Kan Aneh, ” kata Renol. 

Ini dia contohkan salah satu petugas Panwascam yang ikut dikecamatan Sako, namun  lolos di kecamatan lainnya. Padahal, seharusnya jika salah satu calon petugas Panwascam ikut serta dikecamatan Sako, dia harus lulus di wilayah tersebut. Bukannya lolos dikecamatan lainnya.

“Ini yang membuat kita bertanya-tanya. Ada apa ini. Apakah memang ada permainan money politik atau apa,” terang Renol. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved