Asal Usul Nama Desa Bukit Batu Kabupaten OKI, Punya Legenda Sumpah Dari Si Pahit Lidah

Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terdapat banyak bebatuan andesit yang berwujud hewan dan manusia.

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: adi kurniawan
Handout
Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terdapat banyak bebatuan andesit yang berwujud hewan dan manusia. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Sejak zaman nenek moyang terdahulu, Kabupaten Ogan Komering Ilir telah dikenal khalayak memiliki berbagai keanekaragaman legenda dan kebudayaan yang tersendiri.

Salah satunya ada di Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI yang terdapat banyak bebatuan andesit yang berwujud hewan dan manusia.

Dengan adanya bebatuan tersebut, masyarakat sekitar mengaitkannya dengan legenda si pahit lidah dan si mata empat, dua tokoh sakti dari masa lalu.

Kesaktian si pahit lidah mampu menyumpah apa pun menjadi batu termasuk manusia.

Benda-benda dalam versi arkeologi, merupakan artefak hasil dari kebudayaan dataran tinggi bukit barisan pasemah yang tumbuh sekitar 2.000 tahun sebelum masehi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKI, Ahmadin Ilyas mengatakan legenda  yang mana konon kata masyarakat sekitar bahwasanya di dalam lesung itu terdapat seekor udang yang mempunyai daya mistis kuat.

"Dimana kalau ada wisatawan yang bisa melihat atau menemukan udang didalam itu bakal terkabul hajatnya, tetapi semua tergantung  dengan yang maha pencipta," katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (30/4/2024) sore.

Terlepas soal itu, legenda tentang kesaktian si pahit lidah tetap tumbuh di masyarakat di Sumatera Selatan hingga saat ini.

Salah satu hasil dari legenda itu yakni objek wisata bukit batu atau batu gajah di Desa Bukit Batu.

Sampai sekarang lokasi ini sangat dijaga masyarakat, sebab warga percaya lokasi itu dirasakan akan membawa malapetaka. 

"Konon kisahnya, si pahit lidah yang juga dikenal dengan nama serunting sakti, pernah berkunjung ke wilayah Pampangan dan Tulung Selapan dari seberang lebak atau rawa yang luas. Si pahit lidah mendengar ramai masyarakat yang sedang melaksanakan pesta perkawinan,"

"Dia pun berniat buat melihat atau datang ke acara perkawinan tersebut, tetapi dia tidak memiliki perahu dan dia pun berulang kali memanggil warga dan hewan yang ada diseberang agar dapat menyeberangkannya," ungkapnya.

Masih kata dia, akan tetapi tidak ada yang menggubrisnya. Di puncak kekesalannya si pahit lidah menyumpah apa yang ada diseberang, baik tengah berjalan maupun tidak berjalan akan menjadi bebatuan.

"Maka jadilah semua yang ada di wilayah itu menjadi batu, seperti gajah, lesung, pengantin, payung dan lainnya," paparnya.

"Sampai saat ini, hasil sumpah si pahit lidah ini tetap ada di Desa Bukit Batu, seperti batu lesung, batu pengantin, batu gajah," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved