Beredar Isu Pj Wako Prabumulih Akan Rombak Kepala OPD, Dinas Pendidikan Jadi Sorotan

Beredar isu PJ Walikota Prabumulih akan rombak kepala OPD kabar akan diganti yakni Kepala Dinas Pendidikan disebabkan maraknya aksi tawuran pelajar

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel/Edison
Beredar isu PJ Walikota Prabumulih Elman akan rombak kepala OPD kabar akan diganti yakni Kepala Dinas Pendidikan disebabkan maraknya aksi tawuran pelajar 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Para pegawai dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih resah adanya isu akan ada rombak pejabat yang bakal dilakukan Penjabat (PJ) Walikota Prabumulih H Elman ST MM.


Salah satu yang beredar kabar akan diganti yakni Kepala Dinas Pendidikan disebabkan maraknya aksi tawuran pelajar di kota nanas yang dinilai tidak berhasilnya pembinaan dilakukan.


"Iya informasinya akan dilakukan permobakan pejabat oleh PJ Walikota Prabumulih dalam waktu dekat ini," ungkap satu diantara pegawai di Pemkot Prabumulih ketika dibincangi.


Bahkan sumber itu mengatakan jika yang tersiar kabar bakal duluan diganti adalah Kepala Dinas Pendidikan karena banyak kasus tawuran pelajar.

"Informasi tidak lama lagi akan dilakukan perombakan," katanya.


Penjabat atau PJ Walikota Prabumulih, H Elman ST MM menanggapi ringan terkait isu perombakan yang akan dilakukan tersebut.


"Nantilah, evaluasi tidak kita bahas. Evaluasi ini untuk meningkatkan kinerja yang belum kita tingkatkan dan yang bagus terus kita tingkatkan," ujarnya.


Elman mengajak kepada seluruh ASN untuk sama-sama bekerja dengan baik demi pengabdian kepada negara khususnya untuk kota Prabumulih. "Jelasnya bekerjalah dulu, tidak menutup kemungkinan nanti," tegasnya.


Ditanya terkait isu banyaknya kepala OPD yang mendapat rapor merah, Elman menegaskan, raport merah ini kalau bisa kita hijaukan.

"Nanti kita duduk bersama-sama, kita bahas tupoksi masing-masing dan kita lihat. Ayo bersama-sama (bekerja-red)," tegasnya.


Sementara terkait masalah tawuran pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres dan Kajari untuk penanganan hal itu serta dalam waktu dekat akan sosialisasi ke sekolah-sekolah.


"Kami minta juga peran orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK dan Pemkot Prabumulih bersama-sama mengawasi anak-anak ini. Kasihan anak-anak kita, waktunya belajar dibuat tawuran," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved