Sudah Mengabdi 18 Tahun, Guru Honorer ini Kaget Dipecat Lewat WA karena Ijazahnya Cuma D2

Verawati menceritakan, saat ini dirinya hanya bisa pasrah dan berharap keputusan itu dicabut usai dirinya diwisuda di bulan sembilan

Tayang:
Pexels/Photo by Mikhail Nilov
FOTO ILUSTRASI -- Cerita Verawati, guru honorer di bima tiba-tiba dipecat via Whatsapp oleh kepsek 

SRIPOKU.COM -- Seorang guru honorer asal Bima, Nusa Tenggara barat, Verawati tak pernah menyangka dirinya akan dipecat dengan cara yang kurang menyenangkan.

Guru honorer yang mengabdi di Sekolah Dasar Inpres Kalo di Desa Pai justru dipecat oleh kepala sekolah hanya melalui Whatsapp (WA).

Rasa kecewa tak pelak harus dirasakan Verawati, terlebih karena ia sudah menjadi guru honorer selama 18 tahun lamanya.

Saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (20/1/2024), Verawati mengatakan, "Pesan WA dari kepsek saya terima Jumat kemarin saat mau berangkat mengajar."

Verawati semakin terkejut tatkala mengetahui alasan jika dirinya dipecat.

Menurutnya, ia dipecat hanya karena ia cuma memiliki ijazah dengan gelar Diploma atau D2.

Ia bahkan mengaku tak mengetahui informasi awal jika dirinya akan dipecat.

Meski sudah menemui pihak sekolah untuk meminta kejelasan, ia tetap dipecat dengan alasan ijazah D2 miliknya.

"Tidak ada informasi awal."

"Saya tiba-tiba saja dilarang mengajar di sekolah, karena alasan ijazah D2," ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah menyarankan dirinya memintanya untuk mengabdi di UPT Dikpora Wera.

Verawati menceritakan, saat ini dirinya hanya bisa pasrah dan berharap keputusan itu dicabut usai dirinya diwisuda di bulan sembilan

"Bulan sembilan saya wisuda sarjana."

"Saya harap keputusan itu ditarik, karena saya juga sudah mengabdi 18 tahun di sekolah ini," kata Verawati.

===

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved