Warga Palembang Nyaris Baku Hantam Gegara Beda Pilihan Presiden, Ini Kata Pengamat

Warga Palembang Nyaris Baku Hantam Gegara Beda Pilihan Presiden, Pengamat politik berharap tidak membuat perpecahan di masyarakat gegara beda pilihan

Editor: adi kurniawan
Handout
Warga Palembang Nyaris Baku Hantam Gegara Beda Pilihan Presiden, Pengamat politik berharap tidak membuat perpecahan di masyarakat gegara beda pilihan 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG --- Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Tamrin berharap, adanya pemilu presiden (Pilpres) 2024, tidak membuat perpecahan di masyarakat gegara beda pilihan presiden.

Husni sendiri berharap, meski ada perbedaan pilihan hal itu tetap dilaksanakan dengan riang gembira dalam negara berdemokrasi. 

"Situasi seperti itu sangat disayangkan. Perbedaan pendapat politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk kekerasan atau konflik di antara warga, " kata Husni, Rabu (10/1/2024).

Menurut Husni, konflik seperti dapat mudah terjadi, mencerminkan meningkatnya ketegangan politik yang memicu perpecahan di masyarakat. 

Ketegangan politik diterangkannya, dapat mudah terejadi karena adanya polarisasi, di mana perbedaan pendapat dipersepsikan sebagai pertarungan antara "kubu yang benar" dan "kubu yang salah". 

"Faktor seperti ketidaksetaraan, ketidakpuasan ekonomi, dan kurangnya dialog terbuka juga dapat menjadi pemicu. Masalah ini mencerminkan kurangnya pemahaman, toleransi, dan respek terhadap keragaman pandangan di masyarakat, " jelasnya. 

Ditambahkan Husni, debat capres yang ke tiga yang diwarnai saling serang, ternyata ada indikasi diterima secara berlebihan oleh para pendukung. 

"Nah, disini diperlukan upaya untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas, membuka saluran komunikasi, dan meningkatkan literasi politik agar masyarakat lebih mampu menangani perbedaan dengan cara yang konstruktif, " paparnya. 

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel Andika Praata Jaya, jika debat capres pemilu ingin sarana bangsa dimana debat sebatas merupakan kontes gagasan bukan kekerasan. 

"Sumsel punya proses panjang dalam proses pemilu yang demokrasi, mulai dari Pemilihan Pesirah sampai sekarang jadi sudah proses panjang. Sesungguhnya masyarakat Sumsel sudah dewasa, jangan ribut  jangan gontok-gontokkan, kalau beda pilihan dak apa- apa, " pungkasnya. 

Sebelumnya, sebuah percakapan pesan Whatssap Messenger viral di media sosial Palembang, Rabu (8/1/2024).

Percakapan grup WA tersebut jadi sorotan di media sosial gara-gara dua warga Palembang nyaris berkelahi gara-gara beda pilihan Presiden 2024.

Dalam video yang dibagikan akun Palembang Kulu Kilir, pria yang ditulis bernama Alfa Kocek di grup WA tersebut membantah dirinya menjatuhkan Capres Prabowo.

Ia pun meminta rekannya untuk tetap memilih sesuai pilihannya apakah Prabowo atau Anies Baswedan.

"Aku tidak menjatukan Prabowo tidak. Kalau kau mau mencoblos Prabowo silahkan. Kalau kau mau coblos Anies Baswedan silahkan," katanya.

Lantas, pendapat Alfa Kocek di balas oleh rekannya di grup WA bernama Gunstar.

Dalam pesan suarannya, Gunstar tampak meremehkan profesi Alfa Kocek yang hanya berjualan es teller.

Ia meremehkan Alfa Kocek yang hanya penjual es tapi sok tahu soal politik dan tentang gagasan Calon Presiden.

"Kau itu cuma jualan es teller sok tahu soal politik," katanya.

Mendapat hujatan dari rekannya di grup tersebut, Alfa Kocek pun murka dan mengajak rekannya itu berkelahi lewat pesan suara di sebuah grup WA yang diberi nama GAPURA.

"Kepalangan kita berantem saja kalau seperti itu, tanggung kita debat seperti ini, bagaimana?" katanya.

Video ini pun mendadak viral di sosial media Palembang baik instagram maupun WA.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved