Berita Palembang

Penyaluran Kredit di Sumatera Selatan Naik 9 Persen

Pembiayaan itu didominasi oleh kredit konsumtif sebesar 42,50 persen, dengan kualitas kredit bermasalah (NPL) yang masih terjaga di level 1,34 persen.

Kompas.com/Totok Wijayanto
Ilustrasi uang Rupiah pecahan seratus ribu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan mencatat perkembangan kinerja keuangan di Sumatera Selatan (Sumsel) cukup stabil dan cenderung sejalan dengan perkembangan kinerja secara nasional, baik di industri perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non bank.

Hingga Oktober, OJK mencatat fungsi intermediasi perbankan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, tercermin dari meningkatnya penyaluran kredit atau pembiayaan berdasarkan lokasi bank sebesar 9,41 persen year on year menjadi Rp 104,86 triliun.

Pembiayaan itu didominasi oleh kredit konsumtif sebesar 42,50 persen, dengan kualitas kredit bermasalah (NPL) yang masih terjaga di level 1,34 persen.

Meski pembiayaan naik, namun dari sisi total aset turun 2,49 persen year on year menjadi Rp 120,11 triliun.

Sementara itu untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat turun 6,01 persen year on year, menjadi Rp 104,39 triliun dengan dominasi dana tabungan sebesar 50,64 persen.

"Total penyaluran kredit sektor pertanian, perburuan dan kehutanan merupakan sektor paling dominan dengan penyaluran kredit sebesar Rp 19,5 T, meningkat 11,0 persen year on year," kata Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho, Rabu (27/12/2023).

Selanjutnya, dalam mendukung permodalan UMKM, shared kredit UMKM mencapai Rp 37,85 triliun atau 36,10 persen dari total penyaluran kredit di Sumsel, tumbuh 8,88 persen year on year di atas target nasional dengan rasio NPL Net 1,51 persen. (Hartati)

===

Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved