Berita Sriwijaya FC

Didemo Suporter Usai Pertandingan, Dirtek Sriwijaya FC Indrayadi Janji Pertahankan di Liga 2 

Ribuan suporter Sriwijaya FC meluapkan kekecewaan terhadap manajemen dan tim yang gagal lolos ke babak 12 besar

|
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Dirtek Sriwijaya FC Indryadi bersama perwakilan suporter memberikan penjelasan nasib SFC usai ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ribuan suporter Sriwijaya FC yang berada di pagar balkon tribun utama Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang dan sebagian turun ke lintasan atletik meluapkan kekecewaan terhadap manajemen dan tim yang gagal lolos ke babak 12 besar Liga 2 2023/2024.

Sriwijaya FC harus berjuang di zona Playoff degradasi yang akan digulirkan 6 Januari-3 Februari 2024 dengan sistem home & away diikuti empat grup guna menghindari bermain di Liga 3 Indonesia. 

Kepastian ini didapat usai Sriwijaya FC ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023). PSMS mengantongi poin 17 finish di peringkat 3 klasemen grup 1, sedangkan Laskar Wong Kito mengantongi poin 14 berada di peringkat 4.

Salah satu suporter meluapkan kekecewaannya ke manajemen Sriwijaya FC usai Sriwijaya FC ditahan imbang PSMS Medan dengan skor  2-2 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023).
Salah satu suporter meluapkan kekecewaannya ke manajemen Sriwijaya FC usai Sriwijaya FC ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Baca juga: Tim Sriwijaya FC Butuh Rest Kembalikan Motivasi Jelang Persiapan Play-off Degradasi 

"Kamu minta kami penuhi stadion, sudah kami penuhi. Tapi mano gagal lolos. Ini malah terancam degradasi ke liga 3," kecam salah salah satu suporter.

Tidak sedikit suporter dari atas pagar pembatas di tribun stadion sambil berlinang air mata meneriaki dan memaki-maki manajemen dan tim Elang Andalas menuntut tanggungjawab atas kegagalan ini. Bahkan saat para pemain dan wasit hendak meninggalkan lapangan sempat dilempari botol minum air mineral ukuran gelas.

Akibat kurang kondusifnya suasana, para punggawa Sriwijaya FC sempat tertahan untu meninggalkan lapangan dan memilih duduk di rerumputan lapangan stadion. 

Setelah aparat keamanan menenangkan emosi suporter, Direktur Teknik PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Indrayadi selaku manajemen pengelola Sriwijaya FC didampingi Panpel Peratandingan mencoba memberikan penjelasan dengan alat pengeras suara.

"Kecewa itu pastilah, tadi sudah disampaikan. Kita pasti kecewa bukan kita saja, seluruh pemain juga kecewa. Mereka juga tidak mau kalah main hari ini sudah berjuang maksimal," ungkap Indrayadi kepada Sripoku.com usai menemui para suporter.

Di hadapan para suporter, mantan pelatih kiper Sriwijaya FC ini dengan mata berkaca-kaca linangan air mata mengatakan tim sudah berjuang berdarah-darah, berusaha  untuk mengangkat Laskar Wong Kito bisa kembali ke kasta Liga 1.

"Sebetulnya tim ini berpotensi terus bergerak maju ya. Apalagi kita ada penambahan pemain seperti Baha (Yevhen Bhokhashvili). Artinya dengan berpindahnya kepemimpinan pelatih gak begitu berpengaruh sama tim ini sebetulnya. Progresnya tetap baik," beber Indrayadi.

Suporter fanatik meluapkan kekecewaannya secara histeris meneriaki pungawa Sriwijaya FC usai ditahan imbang PSMS Medan dengan skor  2-2 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023).
Suporter fanatik meluapkan kekecewaannya secara histeris meneriaki pungawa Sriwijaya FC usai ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Baca juga: Hendri Susilo Optimis Sriwijaya FC Bisa Bertahan Liga 2,  Inilah 16 Tim Jalani Play-off Degradasi

Eks kiper PS Pusri Palembang era Galatama menyebut dari permainan yang ditampilkan tim pada laga pamungkas juga memang banyak peluang untuk bisa memenangkan pertandingan. 

"Ya itu tadi kalau kita bicara sepakbola, teman-teman melihat sendiri peluang banyak, tapi tidak bisa memaksimalkan gol. Itulah kenyataannya," kata Indrayadi.

Indrayadi yang juga Anggota Exco Asprov PSSI menyadari pasca kegagalan melaju ke 12 besar ini, tim yang mengalami drop mengalami pressure agar segera kembali fokus menghadapi enam laga play-off.

"Tapi kita coba wanti-wanti jangan sampai kekecewaan ini berlarut-larut karena memang harus ada fokus lagi di enam pertandingan berikutnya supaya keberadaan kita di Liga 2 ini tetap bisa kita pertahankan," ujarnya.

Meski tidak ada lagi peluang untuk menambah amunisi pemain baru lantaran tidak dibukanya lagi bursa transfer windows, namun Indrayadi optimis tim ini bisa bertahan di Liga 2

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved