LIPSUS : Minimalisir Palembang dari Kepungan Banjir, Petugas Bertaruh Nyawa di Drainase

Rahmat Hidayat, seorang Petugas Harian Lepas (Phl) rela bertaruh nyawa agar kota ini terhindari dari genangan banjir saat hujan deras turun.

Editor: adi kurniawan
Handout
Kondisi salah satu anak sungai di Kota Palembang yang terlihat dipenuhi sampah saat air surut. Namun saat hujan tiba, berpotensi meluap karena sampah menghambat aliran air. Foto diambil Rabu (13/12/2024). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kondisi Kota Palembang yang mudah terendam banjir saat hujan deras turun dalam durasi beberapa jam, mengharuskan respon yang cepat dari pihak pemerintah.

Sebab drainase kota tak semuanya dalam kondisi baik, sumbatan sampah di drainase yang terbuka hingga tertutup, serta gorong-gorong mengharuskan penanganan khusus.

Rahmat Hidayat, seorang Petugas Harian Lepas (Phl) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, mengaku rela bertaruh nyawa agar kota ini terhindari dari genangan banjir saat hujan deras turun.

Setiap hari Dayat panggilannya, harus berkutat dengan sampah, baik yang berada di aliran Sungai Musi hingga drainase tiap kecamatan di Kota Palembang.

Mengingat, kondisi saat ini yang tengah memasuki musim penghujan, sehingga pekerjaan melayani masyarakat Palembang agar tak alami kebanjiran gencar dilakukan ayah tiga orang anak ini.

Sementara pihak PUPR Palembang menurutnya menyiagakan 7 tim dengan jumlah personil 10-15 orang.

Mereka secara bergantian melakukan tugasnya selama 24 jam tergantung kebutuhan kondisi.

Dengan pekerjaan dijalaninya, Rahmat mengungkapkan untuk upah sendiri harus sebisa mungkin cukup untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

"Alhamdulillah, upah serta fasilitas lain seperti kebutuhan pakaian sehari-hari juga dipenuhi. Kita harus tetap bersyukur meski sejauh ini kita belum ada menerima penghargaan atau reward khusus," katanya.

Sementara dengan kondisi belakangan yang kerap diguyur hujan deras dalam tempo dua sampai tiga jam, warga mulai resah lantaran Palembang dikepung banjir. Apalagi di wilayah yang menjadi langganan banjir.

Beberapa titik, seperti kawasan Masjid Agung, Simpang Polda, Angkatan 66, sepanjang Jalan R SoekamtO, Sekip Bendung, Jalan May Salim Batubara, Jalan Mayoritas Zein, dan Jl RE Marta Dinata rawan tergenang banjir, hingga menyebabkan penumpukan kendaraan saat hujan mengguyur yang berujung kemacetan.

"Meskipun genangan mengalir walau dengan waktu lama, namun kita di rumah juga kadang risih akibat air kerap masuk ke teras karena lalu lalang kendaraan di depan rumah," kata Wimpy, warga yang berada di kawasan Sekip Bendung Palembang.

Ia berharap kondisi ini tak dialami warga secara terus menerus, lantaran diperkirakan puncak musim penghujan hingga awal Tahun 2024 mendatang.

Kepala Dinas PU PR Kota Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan, pemberian seragam kepada PHL juga rutin tiap tahun.

“Setiap tahun mereka dapat dua stel seragam baru, mulai dari rompi, sepatu boat, hingga pengaman kepala. Dengan seragam baru akan menambah semangat mereka dalam bekerja,” ujar Bastari.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved