Berita Muba

Curah Hujan Tinggi, 52 Rumah di Jirak Jaya Muba Sumsel Terdampak Banjir

Banjir tersebut disebabkan oleh meningkatnya debit air Sungai Keruh, tepatnya di Desa Jembatan Gantung.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Sadam Husen
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
Camat Jirak Jaya, Andi Suharto, ketika meninjau langsung lokasi banjir di Desa Jembatan Gantung, Rabu (13/12/2023). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Tingginya intensitas hujan yang melanda sejumalah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini, terutama di wilayah kabupaten Musi Banyuasin (Muba), membuat 52 rumah warga di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Jirak Jaya terendam banjir, Rabu (13/12/2023).

Banjir tersebut disebabkan oleh meningkatnya debit air Sungai Keruh, tepatnya di Desa Jembatan Gantung.

Bahkan pemukiman yang berada di bantaran sungai turut tergenang air sampai kedalaman 1.40 meter.

"Curah hujan cukup tinggi beberapa hari."

"Alhasil sampai sekarang masih deras aliran sungainya," ujar Camat Jirak Jaya, Andi Suharto.

Lanjutnya, banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi mulai pukul 01.00 sampai pukul 06.00 WIB pagi.

Banjir tersebut, ujar Andi, seringkali terjadi apabila curah hujan tinggi dikarenakan ada pendangkalan Sungai Keruh, sehingga harus dilakukan normalisasi sungai.

"Akibat banjir tersebut, ada 52 rumah warga Desa Jembatan gantung yang tergenang dan 2 kepala keluarga yang mengungsi ke tempat saudaranya yang masih di dalam Desa Jembatan Gantung."

"Selain itu, sawah seluas 20 hektar dan tempat wisata Manau Kuning di Desa Jirak turut terendam," ungkapnya.

Selain di Desa Jembatan Gantung, desa lain juga terdampak dari luapan air sungai ini, seperti Sungai Jirak di Desa Jirak.

Pihaknya juga langsung melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta berkoordinasi dengan Forkopimcam dan BPBD Muba

"Kita juga aktif mengimbau warga agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih diprediksi akan kembali turun."

"Serta mengimbau untuk mengurangi aktifitas di aliran sungai untuk menghindari bahaya," tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Muba, Pathi Riduan, mengimbau warga yang tinggal dekat aliran sungai tetap waspda selama musim penghujan.

Selain itu, jika terjadi intensitas hujan cukup tinggi segera mengungsi.

"Sejak beberapa hari terakhir curah hujan cukup lebat terjadi di Kabupaten Muba."

"Oleh karenanya kita meminta masyarakat waspada, apalagi yang tinggal di bantaran sungai."

"Kita mensiagakan call center 24 jam guna kesiapsiagaan darurat bencana di nomor 0714-333-0029 dan kantor PUSDALOPS-PB 0714-333-0183,"ungkapnya.

===

Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved