Feeder LRT Setop Beroperasi
Feeder LRT Sumsel Koridor 1 dan 2 Setop Operasional, Dishub Palembang Sebut Tunggu Hasil Audit BPKP
Adapun alasan Feeder LRT setop operasional atau mogok, lantaran belum dilakukan pembayaran selama Oktober-November 2023.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Feeder LRT Sumsel koridor 1 dan 2 setop operasional. Total sebanyak 26 unit kendaraan yang tak mengangkut penumpang.
Koridor 1 Feeder LRT Sumsel yakni (Talang Kelapa - Talang Buruk) dan koridor. Sedangkan koridor 2 (Asrama Haji - Sematang Borang).
Adapun alasan Feeder LRT setop operasional atau mogok, lantaran belum dilakukan pembayaran selama Oktober-November 2023.
Sebagai informasi angkutan Feeder LRT Sumsel memiliki tujuh koridor.
Koridor 1-2 dikelola Pemerintah Kota Palembang dan koridor 3-7 dikelola oleh Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS).
Untuk koridor 3 (Asrama Haji - Talang Betutu), Koridor 4 (Stasiun Polrestabes - Perumahan OPI), Koridor 5 (Stasiun DJKA - Terminal Plaju), Koridor 6 (Stasiun RSUD-Sukawinatan), dan Koridor 7 (Bukit Siguntang - Stadion Kamboja via Stasiun Sriwijaya).
"Untuk koridor 1 dan 2 ini ada 26 unit dan 62 driver dengan operasional dua shif sehari," kata Kepala Bagian Operasional PT Transportasi Global Mandiri (TGM) Fajar Wahyudi saat dikonfirmasi, Senin (4/12/2023).
Fajar menjelaskan, stop operasional lantaran belum dilakukan pembayaran di bulan Oktober dan November 2023. Dengan nominal Rp 1,8 miliar, untuk dua bulan.
Menurutnya, belum ada langkah lebih lanjut terkait penyelesaian tunggakan tersebut makanya di stop terlebih dahulu.
"Terkait audit kita tidak menerima informasi, karena tidak ada surat informasi yang masuk ke operator perihal audit atau review tagihan bulan Oktober dan November," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Afrizal Hasyim mengatakan, tidak ada permasalahan pembayaran, hanya saja sedang menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel.
"Untuk Oktober, November dan Desember 2023 menggunakan anggaran perubahan, berhubung masih ada pemeriksaan BPKP jadi pemerintah kota masih menunggu hasil audit pada triwulan ll," katanya.
Menurutnya, setelah hasil audit dari BPKP Sumsel keluar maka akan langsung dilakukan pembayaran. Tidak akan lama kemungkinan dalam minggu ini.
"Untuk tunggakan hanya satu bulan, karena dalam sistem pembayaran tagihan bulan sebelumnya akan di bayarkan pada bulan berjalan setiap tanggal 15," katanya
Jadi tagihan bulan Oktober akan di bayar pada bulan November, sedangkan tagihan November pada bulan Desember tidak menutup kemungkinan akan di bayarkan sekaligus.
Ia berharap agar PT TGM selaku operator untuk bersabar karena Pemerintah Kota Palembang tidak pernah berniat menunda pembayaran itu. Karena ini sifatnya subsidi jadi sangat di perlukan kehati-hatian dalam pengeluaran anggaran.
Sementara itu sebagai informasi menurut pihak BPKARSS untuk koridor 3-7 tetap beroperasional. (Linda/TS)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.