Berita Viral

Viral Keluarga Ngamuk Usai Perawat tak Layani Pasien dan Pilih Ganti Shift, Ini Kata RSUP M Djamil

Keluarga pasien mengamuk-ngamuk kepada perawat yang diduga lebih memilih pergantian shift daripada melayani pasien.

Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: Fadhila Rahma
Instagram/matarakyat_sumbar
Keluarga pasien mengamuk di Rumah Sakit Umum M Djamil Padang ke perawat yang diduga tidak melayani pasien kritis gegara pergantian shift. 

SRIPOKU.COM -- Kejadian viral keluarga pasien mengamuk di rumah sakit kembali terjadi, kali ini di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang, Sumatra Barat.

Keluarga pasien mengamuk kepada perawat yang diduga lebih memilih pergantian shift daripada melayani pasien.

Amukan keluarga pasien ini terjadi setelah ibu pasien meninggal setelah diduga diabaikan perawat.

Baca juga: Video: Perawat Abaikan Pasien Gegara Pergantian Shift, Berujung Pasien Meninggal, RS Klarifikasi

Viral video yang memperlihatkan keluarga pasien mengamuk di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.
Viral video yang memperlihatkan keluarga pasien mengamuk di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. (Instagram/matarakyat_sumbar)

Peristiwa itu terjadi di RSUP M Djamil Padang, Minggu (12/11/2023).

Video itu beredar di salah-satu akun Instagram @matarakyat_sumbar.

Pada video itu, keluarga pasien mengamuk-ngamuk ke perawat RS yang memilih berlalu meninggalkan keluarga pasien.

Pasalnya salah-satu anggota keluarga pasien menuding RS tidak melayani pasien yang kritis.

Ketika itu, keluarga pasien memberi tahu perawat soal kondisi ibunya yang kritis yang tampak dari detak jantung tidak normal di monitor.

Pada saat itu keluarga memberi tahu perawat pada pukul 14.01 WIB.

Namun petugas merespons dengan meminta maaf karena sedang ganti shift sehingga tidak dapat menangani pasien.

Pihak keluarga pun masih terus menunggu perawat untuk bertindak.

Sayangnya, pada pukul 14.40 WIB, tindakan perawat itu sudah terlambat.

Sebab sang ibu dinyatakan sudah meninggal dunia.

Ternyata, keluarga pasien mengatakan perlakuan seperti ini sudah terjadi kepada pasien lain.

"Pada tanggal 12 November 2023, perlakuan seperti ini sudah sering terjadi," tulis keluarga pasien.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved