Daftar Wilayah Berpotensi Alami Hujan Lebat dan Puting Beliung Mulai 11-16 November, Sumsel Waspada

Masyarakat di sejumlah daerah perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

SRIPOKU.COM/ZAINI
FOTO ILUSTRASI -- Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman padat merayap, usai hujan lebat Jumat (8/3/2019). 

SRIPOKU.COM -- Warga di beberapa kawasan di Indonesia perlu mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.

Himbauan untuk mewaspadai potensi hadirnya cuaca ekstrem ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat, petir serta puting beliung.

Hujan lebat, puting beliung serta petir ini, menurut BMKG, akan terjadi mulai 11 hingga 16 November 2023.

Datangnya cuaca ekstrem dipengaruhi oleh beberapa peristiwa atmosfer, salah satunya Rossby Ekuator yang diprakirakan aktif di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku bagian selatan, Papua Barat, dan Papua dalam sepekan kedepan.

Selain itu, gelombang atmosfer Kelvin juga terpantau berada di wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, sampai Maluku Utara.

"Sehingga, faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," jelas BMKG, dikutip dari laman resminya, Kamis (9/11/2023).

===

Potensi pertumbuhan awan hujan

BMKG mengatakan, dalam skala global, nilai Indeks Osilasi Selatan (SOI), Indian Ocean Dipole (IOD), dan Nino 3.4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia.

BMKG juga mendeteksi Madden Julian Oscillation (MJO) aktif pada kuadran 3 (Indian Ocean).

Aktifnya MJO menunjukkan kondisi yang tidak signifikan untuk wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.

Di sisi lain, BMKG mendapati adanya sirkulasi siklonik di Semenanjung Malaysia-Teluk Thailand, Laut China Selatan, Laut China Selatan dan Laut Sulu yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang.

Konvergensi terbentuk dari Samudera Hindia barat Aceh hingga Selat Malaka, Teluk Thailand, Kalimantan Utara, dari Laut Andaman-Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Kalimantan Timur, dan Laut Sulu.

"Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik maupun di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," jelas BMKG.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved