Kasus Penembakan di Palembang

Polrestabes Palembang Temukan Senpi di Tas Korban Penembakan di Plaju

Namun Harryo membantah adanya saling tembak antara korban dan pelaku. "Memang ada tas di tas korban tapi tidak ada adu tembak," kata dia.

Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Andi Wijaya
Orang tua Rudi, M Dani dan Maimunah, mendatangi pengaduan Polrestabes Palembang, guna melaporkan peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal yang dialami anaknya, Jumat (27/10/2023). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polrestabes Palembang menemukan senjata api rakitan saat olah TKP penembakan di Lorong Lama, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Kota Palembang.

Dalam peristiwa itu korban M Rudi tewas setelah ditembak oleh orang tidak dikenal.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, mengatakan, pihaknya menemukan senpi di dalam tas korban.

Harryo mengaku terus memburu dua pelaku penembakan terhadap korban.

"Kita terus memburu pelaku," kata dia.

Namun Harryo membantah adanya saling tembak antara korban dan pelaku.

"Memang ada tas di tas korban tapi tidak ada adu tembak," kata dia.

Menurut Harryo, senpi yang ada di dalam tas tidak sempat keluar.

"Saat kejadian tidak sempat keluar," kata dia.

Dugaan Motif

Harryo mengaku dugaan motif awal penembakan itu korban dituduh mengambil motor.

Namun keluarga dan adik yang menemani korban tidak mengetahui soal motor tersebut.

Kronologi Kejadian

Setelah sempat dilarikan ke RS Pertamina, Plaju dan mendapatkan perawatan di ruang ICU, akibat luka tembak dialaminya dibagian dada, tangan dan kaki, akhirnya Kgs M Rudi (32), menghembuskan napas terakhir saat dipindah dan dirawat RS Bhayangkara Palembang, Sabtu, (28/10/2023).

Suasana haru di rumah duka yang terletak di Lorong Sepakat RT 16 Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan SU I, Palembang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved