Jembatan Kaca di Banyumas Pecah
Hasil Temuan Labfor Tentang Jembatan Kaca Pecah di Banyumas, Ada Masalah di Pilar Penyangga
Polisi juga akan memeriksa saksi ahli dan teknisi, khususnya untuk mengetahui ketebalan kaca dan penyebab retaknya kaca di jembatan.
SRIPOKU.COM, BANYUMAS -- Tim Laboratorium orensik (Labfor) Keoplisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) telah menganalisa kasus jembatan kaca yang pecah belum lama ini.
Jembatan kaca yang pecah tersebut berada di The Geong, komplek hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas.
Tim Labfor Polda Jateng turut memaparkan hasil analisa mereka terkait peristiwa jembatan kaca pecah yang menewaskan seorang wisatawan tersebut.
Hal ini disampaikan Kombes Stefanus Satake Bayu selaku Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng.
"Karena struktur pilar penyangga tidak berfungsi secara optimal."
"Sehingga pada saat dilalui menimbulkan lendutan, dan keretakan."
"Dan pecahnya kaca disertai dengan suara ledakan," ujarnya, Sabtu (28/10/2023), dikutip dari Kompas TV.
Selain itu, Satake juga mengatakan, polisi telah memeriksa 12 orang saksi, antara lain warga yang berada di lokasi dan karyawan wahana.
Nantinya, polisi juga akan memeriksa saksi ahli dan teknisi, khususnya untuk mengetahui ketebalan kaca dan penyebab retaknya kaca di jembatan.
"Setelah itu kita akan lakukan gelar perkara untuk menentukan proses selanjutnya."
"Apakah di jembatan kaca tersebut ada unsur kelalaiannya atau ada hal lain."
"Nanti akan ditentukan saat gelar perkara," ucapnya.
Menurut Satake, gelar perkara bakal dilakukan dalam waktu secepatnya.
===
Respon pengelola
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Tim-Labfor-Polda-Jateng-diterjunkan-ke-lokasi-insiden-jembatan-kaca-pecah-The-Geong.jpg)