Bocah Meninggal Digigit Anjing

Apa Itu Rabies? Ini Gejala, Penyebab hingga Pencegahan agar Terhindar dari Penyakit Rabies

Penjelasan apa itu rabies, gejala, penyebab, dan pencegahan agar terhindar dari penyakit rabies.

Penulis: Ayu Wahyuni | Editor: pairat
kolase/berbagai sumber
Gejala, Penyebab, dan Pencegahan yang Perlu Diketahui Agar Terhindar dari Penyakit Rabies 

SRIPOKU.COM - Apa itu Rabies? Gejala dan penyebab hingga bagaimana pencegahannya agar terhindar dari penyakit rabies.

Seperti diketahui kasus rabies kini sedang menjadi sorotan di Indonesia.

Pemerintah dan masyarakat diminta memberikan perhatian khusus terhadap kasus rabies ini.

Tak bisa disepelekan, beberapa kasus Indonesia bahkan menelan korban.

Beberapa korban hingga anak-anak dikabarkan turut jadi korban akibat gigitan anjing yang terdeteksi rabies.

Penyakit rabies sendiri dikenal sebagai penyakit yang mematikan.

Lalu seperti apa penyakit rabies itu sendiri?

Gejala, penyebab, dan pencegahan rabies
Gejala, penyebab, dan pencegahan rabies (TribunJabar)

Dikutip dari Wikipedia, Sabtu (17/6/2023), rabies adalah penyakit akibat infeksi virus rabies yang menimbulkan radang otak pada mamalia, termasuk manusia.

Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia.

Penularan penyakit rabies ini terjadi melalui air liur hewan seperti anjing, kucing, monyet, kelelawar dan rakun yang terinfeksi virus dan berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka lainnya.

Penularan penyakit rabies ini dapat melalui gigitan atau cakaran, atau saat air liur tersebut mengenai mata, mulut, hidung, atau kulit yang terluka.

Korban yang terkena virus rabies biasanya tak langsung merasakan gejalanya.

Gejala yang ditimbulkan dari rabies ini biasanya terjadi dalam kurun waktu sekitar satu hingga tiga bulan, atau dapat pula kurang atau lebih dari itu.

Gejala awal yang ditimbulkan dapat berupa demam dan kesemutan di lokasi paparan.

Gejala ini diikuti oleh satu atau beberapa gejala-gejala seperti mual, muntah, kejang-kejang, eksitasi yang tidak terkendali, ketakutan terhadap air (hidrofobia), ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh, kebingungan, dan kehilangan kesadaran.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved