Liga Champions

Dituding Terkait Gerakan Ekstrem, UEFA Tetap Tunjuk Szymon Marciniak Jadi Wasit Final Liga Champions

Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) tetap menunjuk Szymon Marciniak sebagai wasit untuk final Liga Champions 2022-2023.

|
Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: adi kurniawan
(AFP/MLADEN ANTONOV)
Wasit asal Polanda Szymon Marciniak (kiri) berbicara kepada Lionel Messi (kanan) dalam laga fase grup Piala Dunia 2018 antara Argentina dan Islandia di Stadion Spartak, Moskow, 16 Juni 2018. Terkini, Szymon Marciniak ditunjuk menjadi wasit utama dalam pertandingan final Piala Dunia 2022 Qatar antara Argentina dan Perancis. 

Sang wasit membantah afiliasinya dengan gerakan ekstrem kanan Polandia.

Dia mengaku tidak tahu menahu acara konferensi bisnis itu terkait dengan gerakan tertentu di Polandia.

"Setelah melakukan refleksi dan penyelidikan lebih lanjut, menjadi jelas bahwa saya sangat disesatkan dan sama sekali tidak menyadari sifat sebenarnya dan afiliasi dari peristiwa itu. Saya tidak tahu bahwa itu terkait dengan gerakan ekstrem kanan Polandia," tutur Marciniak dalam permintaan maafnya.

"Seandainya saya telah mengetahui fakta ini, saya pasti akan menolak undangan tersebut. Penting untuk dipahami bahwa nilai-nilai yang dipromosikan oleh gerakan ini sepenuhnya bertentangan dengan keyakinan pribadi saya dan prinsip-prinsip yang saya perjuangkan dalam hidup saya," tegas Marciniak.

Fans AS Roma Serbu Anthony Taylor, Wasit Final Liga Europa

Sebelumya, wasit yang memimpin final Liga Europa Anthony Taylor mendapat serangan dari fans AS Roma saat di bandara.

Kemarahan fans AS Roma tersebut merupakan buntut dari kekalahan AS Roma di final Liga Europa saat menghadapi Sevilla.

Pertandingan yang terjadi pada Kamis (1/6/2023) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor akhir 4-1 melalui adu penalti.

Sebelum fans AS Roma melakukan serangan terhadap Anthony Taylor sang wasit di laga final Liga Europa Sevilla vs AS Roma, Jose Mourinho telah lebih dulu memaki wasit asal Inggris tersebut.

Pelatih AS Roma Jose Mourinho kedapatan memaki Anthony Taylor di area parkir setelah pertandingan berakhir.

Jose Mourinho terlihat memaki Anthony dengan kata-kata kasar setelah keputusan Anthony Taylor di lapangan dianggap tidak tepat.

Keputusan Anthony Taylor yang memicu kemarahan dari pihak AS Roma yakni seperti tidak mengecek VAR setelah pemain Sevilla yakni Fernando melakukan handball.

Jose Mourinho serta pemain AS Roma pada saat itu meminta penalti kepada wasit Anthony Taylor, namun keputusan tersebut tidak dikabulkan.

Setelah itu, Mourinho menilai salah satu pemain Sevilla yakni Erik Lamela dinilai pantas mendapatkan kartu kuning keduanya yakni kartu merah.

Hal tersebut setelah Erik Lamela kedapatan melakukan gerakan menyikut pemain AS Roma yakni Roger Ibanez.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved