Konser Coldplay di Indonesia

Heboh Penolakan Konser Coldplay, Anggota DPD RI Minta Promotor tak Beri Ruang Kampanye LGBT

Senator DPD RI, Abdul Kholik mengimbau kepada pihak promotor konser band asal Inggris, Coldplay agar tidak memberikan ruang untuk mengkampanyekan LGBT

Tayang:
Editor: Odi Aria
capture/YouTube
Cara Pembelian Tiket Coldplay Public On Sale 

SRIPOKU.COM- Isu penolakan konser Coldplay di Indonesia masih berhembus kencang, Minggu (21/5/2023).

Senator DPD RI, Abdul Kholik mengimbau kepada pihak promotor konser band asal Inggris, Coldplay agar tidak memberikan ruang untuk mengkampanyekan LGBT.

Abdul Kholik meminta pihak promotor agar memberikan pesan-pesan religi yang dianut bangsa ini kepada para penonton konser musik Coldplay.

Baca juga: Profil Jonny Buckland Gitaris Coldplay, Pernah Jadi Petugas Kebersihan Sekolah Bersama Chris Martin

"Saya yakin promotor paham soal itu (tidak mengkampanyekan LGBT)," kata Abdul Kholik saat berbincang melalui pesan singkat, Sabtu (20/5/2023).


Senator asal Provinsi Jawa Tengah ini juga memaklumi adanya 'war ticket' konser Coldplay beberapa waktu lalu.

Hal itu dianggapnya sebagai animo dari generasi muda untuk menonton artis musisi favoritnya.


"Keinginan publik generasi muda memang harus diberi ruang. Tidak boleh dilarang apalagi dihalang-halangi. Sesuai dengan karakter anak muda bila dihalangi akan semakin menjadi," kata dia.

Baca juga: Profil Chris Martin, Vokalis Sekaligus Perintis Coldplay, Bakat Bermusik Menurun Dari Sang Ibu

"Yang penting dalam hal ini para orang tua harus tetap memberi pemahaman apabila di konser itu muncul hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai bangsa kita. Sehingga yang dinikmati hanya musiknya," ujarnya.

Abdul Kholik juga menilai wajar sambutan luar biasa dari generasi muda penggemar Coldplay.

Karena hal tersebut juga terjadi di negara-negara lain di seluruh dunia.


"Karakter generasi muda memang selalu menyukai hal dan tantangan yang dianggapnya spektakuler. Dalam hal ini lagu-lagu Coldplay mendapat apresiasi dan banyak digemari. Apalagi di Indonesia yang jumlahnya generasi milenial sangat besar," kata dia

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved