Konser Coldplay di Indonesia
Coldplay Ditolak, Abu Janda Pasang Badan : Kutuk Perbuatannya tapi Jangan Benci Orangnya
"Kutuk perbuatannya, haramkan perilakunya, tapi jangan benci orangnya dan langgar hak asasinya," kata dia.
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Pengiat Media Sosial Permadi atau Abu Janda pasang badan setelah rencana konser Coldplay mendapat penolakan di Indonesia.
Penolakan kedatangan Coldplay di Jakarta pertama kali dikecam oleh PA 212.
Penolakan itu dianggap karena Coldplay mengkampanyekan LGBT.
Namun pandangan berbeda disampaikan oleh Abu Janda.
Dalam dukungannya terhadap konser Coldplay, Abu Janda menyeret-nyeret negara Arab.
Abu Janda mulanya mengungkapkan berita yang dimuat di Arab Saudi yang berjudul "Arab Saudi izinkan LGBT masuk Arab Saudi".
Baca juga: Tiket Konser Coldplay di Indonesia Mulai Dijual Hari Ini, Promotor Umumkan Batas Usai Penonton
Kemudian Abu Janda menjelaskan dari artikel tersebut, bahwa disebutkan siapa saja boleh mengunjungi Arab Saudi, tidak peduli aliran, agama, ras, suku bangsa, atau orientasi seksualnya.
"Artinya apa, LGBT boleh tidak mengunjungi Arab Saudi? boleh," kata Abu Janda dilansir Sripoku.com dari kanal YouTube TVoneNews melalui program Catatan Demokrasi yang mengangkat judul Geger Penolakan! 'pelangi' di Balik Konser Coldplay.
Abu Janda menegaskan yang dilarang itu adalah perilakunya bukan orangnya.
Begitu juga termasuk Qatar, menurut Abu Janda Qatar tidak melarang orang LGBT nonton bola.
Baca juga: Tata Cara Beli Tiket Konser Coldplay di Indonesia, Hari Ini Penjualan Tiket Dibuka untuk Nasabah BCA
"Yang dilarang itu adalah mengibarkan bendera pelangi di stadion atau memakai kaus pelangi di pertandingan," kata dia.
Bahkan kata Abu Janda seluruh negara Arab tidak melarang LGBT datang ke negaranya.
"Jadi sekali lagi yang dilarang itu bukan orang tapi perilakunya, artinya apa mereka punya hak yang sama seperti manusia lain pada umumnya," kata dia.
Namun Abu Janda memberikan catatan selama orang yang datang itu tidak berperilaku asusila dan mempromosikan LGBT terhadap orang lain.
"Negara-negara Islam Arab saja ini sudah fleksibel toleransinya, terhadap kaum LGBT, sekali mereka tidak melanggar norma," kata Abu Janda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/janda-abu.jpg)