Berita Palembang

Tim Heri Amalindo Klaim Loyalis Herman Deru Banyak Eksodus ke Mang Heri

dukungan agar Bupati PALI DR Ir H Heri Amalindo MM untuk maju Pilgub Sumsel 2024 terus mengalir deras, terlebih para loyalis petahana

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Abdul Hafiz
Bupati PALI DR Ir H Heri Amalindo MM yang digadang bakal maju Pilgub Sumsel 2024 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Rumah Bersama Heri Amalindo, Firdaus Hasbullah SH mengklaim gelombang dukungan agar Bupati PALI DR Ir H Heri Amalindo MM untuk maju Pilgub Sumsel 2024 terus mengalir deras, terlebih para loyalis petahana yang datang ke Bacagub yang akrab disapa Mang Heri ini. 


"Bahwa terkait dengan banyaknya dukungan para tokoh di Sumsel kepada Heri Amalindo, termasuk didalamnya tokoh-tokoh yang selama ini berada dalam barisan petahana (Herman Deru) saya sebagai Ketua Tim Heri Amalindo mengucapkan terima kasih sekaligus sangat menghargai pilihan dari para tokoh-tokoh tersebut," ungkap Firdaus Hasbullah kepada awak media, Minggu (16/4/2023). 


Bahwa terhadap dukungan para tokoh akhir-akhir ini, baik perorangan maupun tergabung dalam berbagai organisasi, menurut FH yang juga merupakan advokat, hal itu memiliki arti penting. 


Apalagi, Heri Amalindo menurutnya memiliki cita-cita mulia untuk memajukan Sumsel yang kondisi pembangunannya saat ini relatif stagnan atau jalan di tempat.


"Saya memahami, bahwa para tokoh yang memilih untuk memproklamirkan dukungan kepada Heri Amalindo, karena mereka melihat Sumsel dalam 5 tahun berakhir, sebenarnya “sedang tidak baik-baik saja”, sehingga sulit mencari legacy monumental dari kepemimpinan saat ini," kata Firdaus Hasbullah 


Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiah Palembang ini menyebut Heri Amalindo dianggap oleh para tokoh tersebut, memiliki kesungguhan untuk mengembalikan kejayaan Sumsel, sekaligus siap berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk berdiskusi, berkolaborasi, bertukar ide dan gagasan untuk merumuskan pembangunan Sumsel kedepan.


Terkait dengan gagasan yang sudah disampaikan para tokoh kepada Heri Amalindo, tentu menjadi kajian tersendiri dan menjadi arus utama untuk didiskusikan oleh tim.  


"Dengan semakin derasnya dukungan kepada Heri Amalindo untuk maju dalam Pilgub Sumsel 2024 mendatang, menjadi staminan tersendiri untuk semakin memantapkan tekad membawa Sumsel Jaya dan Sejahtera," pungkas FH. 


Sebagai informasi kata Firdaus, Tim Heri Amalindo ini akan mengaktifkan Rumah Bersama Relawan Heri Amalindo di Jl Hang Jebat, Talang Semut. 

Heri Amalindo yang mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel ini mengakui dirinya banyak melakukan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Parpol. 


Terkait soal siapa yang bakal menjadi pasangannya nanti, ia mengumpamakan sama seperti kita baru kenal, kita harus tahu dulu tipikalnya, karakternya bagaimana, sejalan tidak dengan kita, itu yang penting. 

 

"Artinya bisa tidak bersinerji untuk sama-sama berjalan. Istilah kami ada kiri, ada kanan. Kalau kanan maju, kiri di belakang. Kalau kiri maju, kanan belakang sehingga seirama.

Kalau sama-sama mau jalan, jadi kayak kodok melompat. Jadi itu harapan kami," kata Heri Amalindo


Menurut Heri yang juga Ketua ICMI Orwil Sumsel nantinya sambil berjalan waktu bakal menemukan pendamping karena ia menilai terlalu dini untuk menentukan kriterianya. 


"Kriteria (pendamping) A, B, C, D itu terlalu dini. Partai siapa nanti, siapa dia, siapa kita, nah ini yang akan menjadi deal-deal ke depan," ujar Heri yang juga Ketua Pengprov PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Sumsel yang juga Ketua Pengprov PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Sumsel. 


Heri Amalindo yang notabene dari PDIP juga mengatakan masih belum bisa mengatakan soal berkoalisi atau tidaknya nanti dalam konstelasi Pilgub November 2024 mendatang. 

Ia menerangkan, setiap partai sekarang kan untuk mengejar bisa mengusung sendiri-sendiri. Jumlah anggota dewan DPRD Provinsi Sumsel ada 75. Artinya 15 bisa mengusung sendiri. Setiap partai berlomba-lomba untuk mencapai target itu. 

"Kalau partai manapun kalau tidak bisa mencapai target itu harus berkoalisi. Intinya kita tidak bisa sekarang berkoalisi atau tidak sekarang. Artinya kita melihat dari hasil Pileg dan Pilpres nanti," terangnya. 

Ia pun bertekad bakal berjuang untuk mengamankan suara untuk pemenangan Pileg di PALI nantinya. Sebab kata Heri, diperintah atau tidak diperintah, sudah kewajiban (untuk memenangkan Pileg di PALI). 

"Masak kita dari Partai PDIP kalah di situ. Artinya kita harus memberikan semangat bagaimana kita di situ kok ya dak menang.

Itu logika, hukum alamnya seperti itu. Siapapun itu yang kepala daerah-kepala daerah yang lain pasti seperti itu. Minimal tempat saya tidak kalah," ujarnya. 

Heri Amalindo disebut mempelopori kemunculan yang bakal menjadi penantang petahana H Herman Deru SH MM di Pilgub Sumsel 2024 mendatang dengan melakukan silaturahmi ke berbagai Parpol.


"Kalau pendekatan secara komunikasi by phone, melalui alat-alat elektronik jalan. Kalau yang kita datang-datangi itu kita melihat juga waktu kesibukan mereka. Kami akan berkomunikasi. Untuk 2024 masih lama.

Kebetulan kami di PDIP sebagai Wakil Ketua Bidang Urusan Komunikasi Antar Partai Politik. Jadi memang bidang kami berkomunikasi dengan Parpol," beber Heri yang juga Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) Sumsel. 

Ia menyebut kebetulan di tahun politik sekarang, ada Pileg, ada Pilpres, ada Pilkada, seolah-olah dirinya dibawa-bawa untuk mengikuti konstelasi tersebut. 

Menurutnya, walaupun tidak (ikut konstelasi) ia tetap akan bersilaturahmi. Ada Pilkada atau tidak, ada Pileg atau tidak, terus berkomunikasi, silaturahmi. Apalagi di dalam agama dianjurkan silaturahmi tidak memandang siapa saja. 

"Kan tidak ada jaminan, apakah kita silaturahmi lantas mengusung kita. Siapa yang menjamin 2024? Mengusung, tidak mengusung, kita maju atau tidak maju, tetap silaturahmi sesama anak bangsalah," ujar suaminya anggota Fraksi Nasdem DPR RI Ir Hj Sri Kustina. 

Ketika ditanya anggapan serius apa tidak mengikuti Pilgub 2024 mendatang, menurutnya hal itu masih melalui perjalanan.

Sebab kalau dirinya mengatakan serius, kalau di perjalanan hasil Pileg bagaimana, terus partai-partai pengusung bagaimana. Jadi tidak bisa dibilang serius, tidak serius. Ini menuju ke 2024.

"Kalau dibilang serius, saya sangat serius. Dibilang tidak serius juga, ya santai. Nyantai artinya saya ambisi tapi tidak ambisius.Kalau ambisius kan pokoknya saya, pokoknya saya.

Kita ngalir, jalan. Tujuan akhir kalau gak bisa itu tidak menjadi beban. Kalau bisa kita harus ikut konstelasi 2024," kata Bupati kelahiran Lahat, 24 September 1963.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved