Cegah Stunting Bersama Kakak Asuh, Harapkan Sumsel Zero Stunting demi Tingkatkan Daya Saing Global

Berbincang dengan tamu Sripo dengan tema Cegah Stunting Bersama Kakak Asuh, Harapkan Sumsel Zero Stunting Demi Meningkatkan Daya Saing Global

Penulis: Siti Umnah | Editor: pairat
Handout
Pengusaha Sumsel sekaligus Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Ir Hj Lucianty SE dan Presiden Rotary Club of Palembang Rtn Andy Gunardi didapuk sebagai kakak asuh dalam upaya pengentasan stunting di Sumsel saat diundang di Graha Tribun Sumsel yang juga dihadiri Sekretaris BKKBN Sumsel H Mukmin mewakili Kepala BKKBN Sumsel, dan dilakukan secara simbolis penyematan jaket kepada dua kakak asuh di Sumsel Lucianty dan Andi.  

Jadi kita jelaskan dulu bahwa Rotary Club Internasional adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang membernya di Indonesia ada 2000 dan dibagi dua wilayah Indonesia Barat salah satunya di Palembang.

Salah satu fokus kami adalah menjaga kesehatan ibu dan anak, salah satu bentuk nyata untuk menjalankan misi kami itu adalah program ayo cegah stunting.

Kami start 2020 dengan 92 bumil dan 16 anak di 7 ulu Palembang, saat itu angka stunting lumayan tinggi. Program kami punya 4 pilar yaitu edukasi baik, gizi baik, ada ekonomi baik dan lingkungan baik.

Salah satu gizi baik yang kita terapkan adalah pemberian tambahan makanan selama setahun penuh makan siang satu hari bekerja sama dengan teman-teman ahli gizi di Rumah Sakit Kenten.

Baca juga: Kampanye CukupDuaTelur BKKBN-Tribun Network Sukseskan Program Cegah Stunting di Indonesia

Q : Pak Andi sejauh mana stunting di Sumatera Selatan?

Secara data diawal project kami mulai sebenarnya banyak di daerah Kabupaten yang cukup tinggi seperti di Muara Enim.

Kami mau menjalankan panel project yang kami bisa monitor, dampaknya bisa kami lihat, kami bisa ketemu dengan penerima manfaatnya jadi kami putuskan coba lihat dulu di Palembang.

Kami pilih di beberapa kecamatan yang secara angkanya lebih tinggi jadi intervensi kami bisa lebih tinggi harapannya bisa lebih berdampak.

Baca juga: HUT TNI AU ke-77, Tentara AU dan Pemkot Palembang Bersinergi Entaskan Stunting

Q : Pak Mukmin lantas bagaimana program BKKBN tentang pencegahan stunting hari ini hingga ke depan?

Mukmin : Kita melakukan pencegahan stunting dengan pendampingan keluarga melalui pendamping keluarga yang kita sebar ke beberapa kabupaten/kota.

Jadi 17 Kabupaten/Kota sudah kita sebar lebih kurang 15.000 tim pendamping keluarga. Kemudian di samping pendampingan keluarga, kita mengharapkan ada bantuan seperti bapak asuh atau bunda asuh anak stunting yang memberikan bantuan berupa makanan tambahan kepada keluarga stunting.

Baca juga: Cegah Stunting, Rotary Club Rutin Gelar Posyandu

Q : Kira-kira gambaran bu Lucianty apa seperti apa pencegahan stunting ?

Stunting ini harus cepat bergeraknya karena kita dari pencegahan tapi tetap ada evaluasi, mungkin di sini saya himbau kepada para wiraswasta maupun komunitas untuk bersama-sama berjuang mencegah stunting.

Karena ini jadi pr kita bersama sekarang angkanya sudah turun tapi boleh dong kita berpikir bagaiana Sumsel zero stunting, dan ini tidak bisa diwujudkan hanya dengan satu dua orang tapi kita harus bersama-sama.

Ini adalah salah satu kegiatan yg sangat positif dan harus direspon oleh para komunitas dan swasta untuk mencegah stunting.

Baca juga: Anak Kurang Gizi, Puskesmas 1 Ulu Palembang Berikan Pencegahan Stunting

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved