Berita Religi

Berkata yang Baik Atau Diam, Simak Penjelasan Ustazah Oki Setiana Dewi Tentang Manfaat Menjaga Lisan

Dalam ceramahnya, ustazah Oki Detiana Dewi mengingatkan pentingnya setiap orang dapat menjaga lisannya.

Penulis: Novry Anggraini | Editor: Fadhila Rahma
YouTube/Oki Setiana Dewi
Ustadzah Oki Setiana Dewi dalam ceramahnya tentang menjaga lisan. 

SRIPOKU.COM - Simak penjelasan ustazah Oki Setiana Dewi tentang manfaat menjaga lisan.

Dalam ceramahnya, ustazah Oki Detiana Dewi mengingatkan pentingnya setiap orang dapat menjaga lisannya.

Sebagaimana dikatakan dalah sebuah hadist, "berkata yang baik atau diam" simak selengkapnya di bawah ini.

  • Ustadzah Oki Setiana DewiUstadzah Oki Setiana Dewi menjelaskan tentang pentingnya menjaga lisan (YouTube/Oki Setiana Dewi)

Baca juga: Ujian Itu Menguatkan, Begini Penjelasan Ustazah Oki Setiana Dewi Tentang Cara Menghadapi Ujian

Terkadang dalam kehidupan ada orang yang tidak tahu kenapa tiba-tiba datang, caci maki, marah-marah, mengeluarkan kata-kata kasar, dan sebagainya.

Setiap orang pernah punya pengalaman seperti itu, tidak ada hujan tiba-tiba ada orang-orang yang mengganggu, mengusik kehidupan kita.

Apa yang harus dilakukan? 

Ustazah Oki Setiana Dewi mengatakan dalam ceramahnya, cara merespon orang seerti itu dengan mengucapkan kalimat-kalimat keselamatan.

Kalau ada orang yang marah-marah sama, kemudian yang meresponnya juga marah-marah dengan kalimat yang serupa, apa bedanya kita sama dia.

Sebab orang-orang beriman punya akhlak yang berbeda, punya kata-kata yang berbeda, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata-kata yang baik atau dia diam.

Baca juga: Kisah Teladan Siti Aisyah dan Akhir Hidup Rasulullah SAW, Simak Penjelasan Ustazah Oki Setiana Dewi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir maka hendaknya dia berbicara yang baik atau (kalau tidak bisa hendaknya) dia diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tamunya.” (HR. al Bukhari dan Muslim)

Jika seseorang yang berilmu, sering mendengar dan berinteraksi dengan orang-orang baik, pasti output yang keluar dari dirinya juga baik.

Lain dengan orang yang bergaulnya dengan orang-orang buruk, mendengarkan kalimat-kalimat yang tak berfaedah, keluarnya pun juga pasti kalimat-kalimat buruk.

Jadi orang yang beriman, orang yang menjadi hamba Allah, yang Maha Pengasih Maha Penyayang, kalimatnya adalah kalimat-kalimat yang baik dan tidak akan menyakiti hati orang lain.

Allah SAW mengingatkan bahwa terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan manusia, yang baik maupun yang buruk. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf : 18)

 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved