Berita Palembang

Kabar Terkini Balita Korban Kecelakaan di Palembang, Tunggu Kondisi Normal Korban akan Dioperasi

Wakil walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda memastikan bayi berusia delapan bulan yang menjadi korban kecelakaan dapat menerima pelayanan

Penulis: Mita Rosnita | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Mita Rosnita
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat tengah mengunjungi bayi delapan bulan yang menjadi korban kecelakaan maut di Simpang Dogan Palembang di RSMH Palembang, Rabu (25/1/2023) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda memastikan bayi berusia delapan bulan yang menjadi korban kecelakaan dapat menerima pelayanan intensif dari pihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang.

Hal tersebut disampaikannya saat membesuk langsung korban di ruang Pediatrik ICU (PICU) RSUP Mohammad Hoesin Palembang, Rabu (25/1/2023).

Diketahui, Dania bayi berusia delapan bulan itu telah menjadi korban tabrak lari tersebut saat ini telah menjalani perawatan selama tiga hari dengan kondisi kritisi akibat pendarahan.

"Beberapa hari lalu kami mendapatkan informasi bahwa ada musibah kecelakaan yang sudah menewaskan dua orang suami istri di Palembang dan saat ini bayinya tengah dirawat di rumah sakit ini dan kami meminta dia dapat diberikan penangan yang baik," katanya kepada Sripoku.com.

Dalam kunjungannya itu, Fitrianti sempat melakukan komunikasi kepada kerabat korban yaitu nenek dan bibi Dania yang terlihat sulit membendung rasa sedih atas musibah yang merenggut nyawa kedua orang tua korban dan saat ini korban sendiri pun harus berjuang agar dapat melewati masa-masa kritis.

Fitri kembali menyampaikan saat mendengar kabar duka tersebut, pihaknya merasa prihatin kepada korban yang harus kehilangan kedua orang tua di usia yang masih sangat kecil. 

Terlebih saat dirinya menerima informasi bahwa pada saat kejadian pihak keluarga korban belum ada yang mengetahui bahwa bocah malang tersebut telah menjadi korban kecelakaan maut.

"Keprihatinan kami kemarin pada saat mendapat informasi bahwa belum pihak keluarga belum tahu atas kecelakaan tersebut padahal sang bayi ini sendiri berusia delapan bulan kondisinya memang kristis tapi sekarang saya bersyukur karena tadi sudah bertemu keluarga artinya keluarga sudah tahu," sambungnya.

Berdasarkan keterangan dokter yang saat ini menangani korban, Fitri menyampaikan tim medis kedepan akan melakukan penanganan lebih lanjut dengan melakukan operasi pada bayi tersebut mengingat kecelakaan tersebut memberikan dampak kesehatan yang buruk bagi korban.

Hanya saja, lanjutnya, proses operasi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat hingga pendarahan yang terjadi pada tubuh bayi delapan bulan itu mereda dan kondisi normal lainnya.

"Tadi sudah kita lihat dan kondisinya ini memang sedang masa kritis dan yang dijelaskan dokter tadi bayi tersebut mengalami pendarahan karena kecelakaan sehingga memang ada rencana untuk dioperasi, tapi kondisinya yang memburuk selama 3 hari perawatan dan tensinya naik operasi akan ditunda," bebernya.

Terkait dengan pembiayaan bagi korban sendiri, Fitri menjelaskan sebelumnya pihak keluarga telah tercover oleh BPJS kelas II Mandiri selain itu pihak keluarga pun tidak mengeluhkan terkait biaya pengobatan bagi Dania, mereka hanya berharap agar pihak rumah sakit dapat memberikan upaya terbaik bagi bayi itu.

"Alhamdulillah juga kita bersyukur bahwa ini betul-betul masalah biaya telah tercover BPJS secara mandiri dan mengenai masalah biaya sepertinya keluarga tidak merasa terbebani lagi," lanjut dia.

Kendati demikian, pihak Pemkot akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi bayi itu hingga pada tahap operasi dan pemulihan, sebab Fitri pun berharap agar Dania dapat selamat dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved