Tahun 2030 Nanti Umat Islam Rayakan Ramadhan dan Idul FItri 2 Kali, Kok Bisa ?

“Hal itu berulang sekitar 33 tahun, karena kalender Hijriah dan kalender Masehi ada selisih 10,9 hari," ungkap Kepala Lapan Thomas Djamaluddin.

Tribun Sumsel
Salat Idul Fitri di Masjid Taqwa di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (13/5/2021). 

SRIPOKU.COM -- Biasanya dalam satu tahun, umat muslim akan merayakan hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha hanya satu kali.

Namun ternyata, umat Islam pernah mengalami hari besar Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha tersebut lebih dari satu kali.

Lantas kapan peristiwa hari besar Islam ini pernah terjadi lebih dari satu kali ?

Dilansir Kompas.com, 13 Mei 2021, dua kali bulan suci Ramadhan terjadi pada:

  • Tahun 1998 Ramadhan 1418 dan 1419,
  • Tahun 1999 Ramadhan 1419 dan 1420,
  • Tahun 2000 Ramadhan 1420 dan 1421.

Kemudian peristiwa langka dua kali Ramadhan dan Idul Fitri akan terjadi lagi pada:

“Hal itu berulang sekitar 33 tahun, karena kalender Hijriah dan kalender Masehi ada selisih 10,9 hari," ungkap Kepala Lapan Thomas Djamaluddin.

Mengapa bisa demikian?

PANTAU HILAL --- Kakanwil Kemenag Sumsel, Al-Fajri Zabidi saat memantau hilal di helipad Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (5/5/2019), Jalan POM IX Palembang.
PANTAU HILAL --- Kakanwil Kemenag Sumsel, Al-Fajri Zabidi saat memantau hilal di helipad Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (5/5/2019), Jalan POM IX Palembang. (SRIPOKU.COM/Yandi Triansyah)

===

Penjelasan BRIN

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang menjelaskan bahwa kalender masehi berbasis peredaran bumi mengelilingi matahari, yakni 365,2422 hari.

"Sedangkan kalender hijriyah berbasis berbasis peredaran bulan mengelilingi bumi, yakni 29,5306 hari yang jika dikali 12 bulan menjadi 354,3672 hari."

"Jadi, ada selisih sebesar 10,875 hari setiap tahun," kata Andi pada Kompas.com, Jumat (29/4/2022).

Lanjutnya, selisih itu terakumulasi menjadi 1 tahun masehi setelah sekitar 33 tahun.

"Jika awal Ramadhan jatuh di awal tahun masehi, maka awal Ramadhan tahun berikutnya akan jatuh di akhir tahun masehi," ungkap Andi.

Oleh karena itu, dia mencontohkan pada 1997 Ramadhan terjadi dua kali, yaitu tanggal 10 Januari dan 31 Desember. Kemudian akan terulang lagi pada 2030.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved