Harga Cabai
Harga Cabai di Tingkat Petani OKI Dihargai Rp 25 per Kg, Permaian Tengkulak Sangat Pedas Dirasakan
Namun para petani cabai di Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten OKI, ini menjual hasil kebunnya dipatok di bawah Rp 50.000 per kilogram
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Meskipun harga jual berbagai jenis cabai di pasaran pada awal tahun 2023 ini sedang melambung tinggi dan naik selangait.
Padahal para petani cabai di Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) ini menjual hasil kebunnya dipatok masih berada di bawah Rp 50.000 per kilogram (kg) oleh tengkulak.
Menurut Likin petani yang memiliki lahan 2 hektar ini menyebut kalau sepekan terakhir ini diketahui harga jual di pasar Kayuagung untuk cabai keriting mencapai Rp 80.000 per kg dan cabai rawit menyentuh Rp 90.000 per Kg.
"Benar, sekarang ini memang harga cabai di beberapa pasar di kabupaten OKI sedang mahal," kata Likin.
"Bahkan kabarnya ada pedagang yang menjual cabai rawit dengan harga diatas Rp 100.000 dan cabai keriting sekitar Rp 90.000," ujarnya saat ditemui Tribunsumsel.com, Selasa (10/1/2023).
Meskipun harga jual sedang meroket. Akan tetapi Likin tidak merasakan kenaikan harga penjualan kepada tengkulak (agen).
Dimana terakhir penjualan yang dilakukan, Ia menjual cabai ke tengkulak untuk harga cabai keriting yaitu berkisar Rp 25.000 dan cabai rawit Rp 45.000 per kilogramnya.
"Baru kemaren ada yang datang kesini untuk membeli cabai milik saya. Ya, harga belinya masih normal dan tidak ada kenaikan," tutur Likin.
Dijelaskan untuk dataran rendah, tanaman cabai dapat dipanen pertama kali pada umur 70 – 75 hari setelah tanam.
Sedangkan waktu panen pertama di dataran tinggi biasanya lebih lambat yaitu mulai umur 4 – 5 bulan setelah tanam.
"Kalau disini 4 bulan setelah tanam, cabai sudah bisa dipanen. Kalau untuk cabai keriting biasanya 4 hari sekali sudah memetik atau panen dan cabai rawit biasanya panen setengah bulan sekali," ungkapnya.
Menurutnya hasil setiap kali panen akan berbeda, dimana puncaknya terjadi pada proses pemanenan terakhir.
"Kalau panen perdana biasanya cuma dapat dibawah 10 kilogram setiap hektarnya. Sedangkan kalau buahnya lagi bagus hasil panen terakhir untuk cabai keriting bisa tembus 200 kilogram dan cabai rawit bisa 100 kilogram," sebutnya.
Diceritakan juga dalam 2 hektar lahan cabai miliknya, modal yang dikeluarkan selama penanaman hingga memanen berkisar Rp 50 Juta dan keuntungan yang didapat bisa mencapai 3 kali lipat.
"Kalau pengalaman yang sudah-sudah, keuntungan lumayan besar. Tetapi pernah juga merugi karena penyakit atau hama tanaman menyerang cabai," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Likin-petani-cabai-asal-Desa-Mulya-Guna-Kecamatan-Teluk-Gelam-Kabupaten-OKI.jpg)