Harga Ayam

Update Harga Ayam Hari Ini Kamis 5 Januari 2023 di Musi Rawas, Rp 37.000 Per Kilo

Berikut update harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), hari ini Kamis (5/1/2023). 

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COm / Eko Mustiawan
Berikut update harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), hari ini Kamis (5/1/2023).  

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Berikut update harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), hari ini Kamis (5/1/2023). 

Pasca perayaan tahun baru 2023, harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas mulai mengalami penurunan. Bahkan, hari ini harga daging ayam sudah di harga Rp37.000 per kilogramnya. 

Harga itu turun, dari harga sebelumnya mencapai Rp40.000 per kilogramnya atau mengalami penurunan Rp3.000 per kilogramnya. 

Penurunan harga terjadi sudah sejak 1 minggu terakhir. Dimana penurunan terjadi secara berlahan mulai dari Rp1.000 per kilogramnya, dan sempat juga bertahan di harga Rp38.000 per kilogramnya. 

Kendati harga daging ayam sudah mulai mengalami penurunan, namun hal itu belum memberikan dampak yang baik bagi para pedagang. Sebab, pedagang mengaku masih sepi pembeli.

Hal itu dikarenakan ekonomi masyarakat yang belum stabil. Ditambahkan harga komoditi karet dan sawit belum normal, sehingga daya beli masyarakat masih rendah.

Seperti disampaikan, Kurniawan salah seorang pedagang daging ayam di Pasar B Srikaton mengaku, harga daging ayam sudah mulai mengalami penurunan. Penurunan terjadi, sejak pasca tahun baru 2023. 

"Sudah berangsur turun, dari sebelumnya menyentuh harga Rp 40.000, hari ini menjadi Rp 37.000 per kilogramnya," kata Kurniawan saat dibincangi Sripoku.com, Kamis (5/1/2023).

Dikatakan Kurniawan, meski sudah turun, namun pembelinya masih tetap sepi. Namun, saat saat sehari menjelang tahun baru 2023, memang terjadi peningkatan pembeli.

"Kalau mau tahun baru kemarin, lumayan banyak pembelinya. Tapi sekarang mulai sepi lagi," jelasnya.

Hal itu dikarenakan masih kata Kurniawan, karena daya beli masyarakat belum stabil, ditambah lagi harga karet dan sawit juga belum stabil.

"Kalau harga karet dan sawit ini sudah baik, daya beli masyarakat pasti baik. Karena, masyarakat di Musi Rawas inikan banyak bergantung dengan karet dan sawit," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas, Fatimah mengaku, sudah menjadi tradisi ketika menjelang hari-hari besar sejumlah bahan pokok pasti mengalami kenaikan. 

Seperti halnya harga daging ayam, akan naik ketika menjelang perayaan tahun baru. Sebab, kebanyakan masyarakat di moment tersebut, melakukan tradisi-tradisi keluarga seperti manggang ayam. Sehingga permintaan akan meningkat.

"Kalau permintaan meningkat, harga pasti naik. Tapi kenaikan harga tidak lama, kalau moment itu sudah usai, maka harga kembali normal," ungkapnya.

Kemudian hasil dari monitoring harga daging ayam baik di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo maupun Pasar Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti, juga mengalami penurunan. 

Di Pasar B Srikaton harga daging ayam menjadi Rp37.000 per kilogramnya, dari minggu lalu mencapai Rp38.000 per kilogramnya atau turun Rp1.000. 

Sedangkan di Pasar Megang Sakti harga daging ayam turun Rp3.000 per kilogramnya. Dari sebelumnya mencapai Rp40.000 menjadi Rp37.000 per kilogramnya. (Eko Mustiawan/CR41)
 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved