Cabangnya Ada di Mana-mana, Siapa Sebenarnya Pemilik dari Gerai Es Krim Mixue ?
Tidak sedikit publik mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok dibalik kesuksesan gerai es krim dan teh Mixue ini ?
Terakhir, Hongchao berinovasi untuk menjual teh susu.
Dari bisnis pertamanya ini, ia bisa mendapat penghasilan lebih dari 100 yuan sehari atau sekitar Rp 200.000 per hari.
===
Harga lebih murah dari kompetitor
Zhang membuat perhitungan berdasarkan biaya bahan dan pembuatan lalu menetapkan harga es krim sebesar 2 yuan atau sekitar Rp 4.000.
Harga itu jauh lebih murah dibandingkan dengan toko lain yang saat itu menjual sekitar 10 yuan atau Rp 10.000.
Hal tersebut membuat bisnis Hongchao mampu menjangkau berbagai kalangan, baik menengah ke bawah hingga ke atas.
Tak heran, tokonya diserbu oleh antrean konsumen yang amat panjang.
Membuka franchise dan rantai logistik Keuntungan yang pesar di 2006 itu membuat Hongchao membuka hak franchise atau waralaba Mixue.
Hasilnya, lusinan toko Mixue mulai menjamur di Provinsi Henan.
Pada 2008, Mixue resmi memiliki toko waralaba hingga lebih dari 180 gerai.
Di tahun-tahun berikutnya, Mixue melebarkan sayap dengan mendirikan perusahaan untuk menyokong bisnis utamanya itu yaitu Mixue Bingcheng Co., Ltd. pada manajemen dan operasi, Henan Daka Food Co., Ltd. pada R&D dan produksi Shangdao Intelligent Supply Chain Co., Ltd. pada layanan pergudangan dan logistik.
===
Cabang toko di luar negeri
Tak hanya sukses di pasar lokal, waralaba Mixue mampu merambah pasar luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/MIXUE-PALEMBANG-ES-KRIM-DAN-TEHNYA-VIRAL-DI-PALEMBANG-3.jpg)