Inflasi Tinggi, Dinsos Sumsel Gelontorkan Beras Medium Gratis, 1 KK Dijatah 5 Kilogram

Data yang dihimpun Dinsos Sumsel, Palembang menjadi salah satu dari dua kota di Sumsel yang menglami inflasi tertinggi pada tahun ini

Penulis: Mita Rosnita | Editor: Wiedarto
eko hepronis/ts
Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) harga beras di Kota Lubuklinggau naik dikisiran Rp300 - Rp500 per kilogram. Tampak seorang pengecer beras di Kota Lubuklinggau, Dio di lapaknya, Rabu (14/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan warga di Jalan Swadaya Sekip Ujung Palembang berbondong-bondong mendatangi kampus swasta Stisipol Candradimuka Palembang hari ini (28/12/2022) untuk menerima bantuan beras yang didistribusikan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kegiatan pembagian beras yang telah berlangsung sejak beberapa hari lalu itu kemudian menyasar lembaga pendidikan Stisipol Candradimuka untuk bisa menjadi fasilitator dalam penyerahan bantuan bagi warga sekitar kampus.

Kabid Penanggulangan Kemiskinan Dinsos Sumsel Elman Zamhari mengatakan kegiatan ini sebelumnya dilakukan sesuai denga program Dinsos Sumsel dengan melihat dampak besar yang dirasakan masyarakat pasca kenaikan BBM.

Sehingga bantuan yang diharapkan dapat memberikan keringanan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berupa beras dapat bermanfaat, terlebih bantuan ini hanya akan diberikan kepada masyarakat yang beklum pernah sama sekali memperoleh bantuan apapun dari pemerintah usai harga BBM merangkak.

"Kami disini melakukan kerjasama kepada Stisipol Candradimuka dengan menyalurkan sebanyak 1.000 karung beras 5 kilogram bagi masyarakat sekitar, tidak hanya disini tetapi program ini juga masih berjalan hingga besok di tempat yang berbeda," katanya kepada Sripoku.com

Diterangkan lagi olehnya agenda pembagian beras akan berlangsung hingga besok sore dengan lokasi yang berbeda-beda, salah satunya yang berlokasi di Lorong Muslimin Kelurahan 20 D II Palembang.

Dengan adanya program bantuan ini sendiri dia mengatakan bisa menjadi langkah awal kerjasama pemerintah kepada organisasi dan lembaga-lembaga masyarakat serta pendidikan di Palembang dalam menyalurkan bantuan kepada warga yang sangat membutuhkan.

Terlebih berdasarkan data yang dihimpun Dinsos Sumsel, Palembang menjadi salah satu dari dua kota di Sumsel yang menglami inflasi tertinggi pada tahun ini dan dengan fenomena tersebut pemerintah dituntut untuk bisa menanggulangi keluhan masyarakatnya.

"Palembang sendiri sudah menjadi kota dengan tingkat inflasi yang tinggi," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang SDM dan Keuangan Stisipol Candradimuka Desi Ariani mengatakan dalam teknis pembagiannya pihak kampus memberikan akses kemudahan bagi masyarakat agar bisa memnerima bantuan beras yakni dengan menggunakan sistem kupon.

"Dalam pembagiannya panitia telah menyiapkan kupon bagi masyarakat untuk bisa ditukarkan menggunakan fotokopi KK atau KTP," jelasnya.

Tidak hanya diperuntukkan bagi warga sekitar saja, Desi juga menjelaskan kalau Dinsos Sumsel mengutamakan masyarakat yang terdampak kenaikan BBM untuk bisa membawa pulang sekarung beras tersebut, sehingga pihaknya turut mendistribusikan beras-beras itu ke sejumlah panti asuhan dan yayasan sosial terdekat.

"Tidak hanya warga sini, tapi beras juga turut disalurkan ke beberapa yayasan panti asuhan disekitar kampus," lanjutnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved