Berita Muara Enim

Jelang Tahun Baru, Tim Narkoba Polres Muara Enim Optimalkan Pengawasan

Menjelang perayaan tahun baru 2023, Polres Muara Enim melalui Sat Narkoba akan melakukan antisipasi dan pengamanan

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ari
Kasat Narkoba Polres Muara Enim AKP Burnani SH 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Menjelang perayaan tahun baru 2023, Polres Muara Enim melalui Sat Narkoba akan melakukan antisipasi dan pengamanan terhadap peredaran narkotika yang selalu berpotensi meningkat saat menjelang perayaan tahun baru.

"Setiap tahun terutama menjelang perayaan tahun baru itu memang rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika khususnya di Wilayah Kabupaten Muara Enim. Jadi nanti kita optimalkan penanganannya," ujar 
Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi SIk MH melalui Kasat Narkoba AKP Burnani SH, Senin (26/12/2022).

Menurut AKP Burnani, untuk total ungkap kasus Narkoba dari bulan Januari hingga Desember 2022 sebanyak 126 LP dengan tersangka laki-laki 137 orang dan perempuan 9 orang.

Sedangkan total barang bukti yang berhasil didapat yakni sabu-sabu sebanyak 600 gram, ganja 53,8 gram dan ekstasi 51 butir. Capaian itu lebih tinggi dari target 99 LP. 

"Dari total pelaku tersebut 10 persen diantaranya adalah residivis," ujarnya. 

Adapun untuk peredaran, lanjut AKP Burnani, narkoba tersebut sebagian besar berasal dari daerah Kabupaten Ogan Ilir, Pali dan Muratara.

Tapi untuk pengedar di Muara Enim hanya pengedar kecil mungkin sudah tangan ke 3 dan 4, sehingga barang bukti yang didapat kecil-kecil tidak sampai 1 gram.

Begitupun untuk modus juga beragam dan semakin canggih, seperti para pengedar tidak lagi mengedarkan narkoba dalam jumlah besar dan transaksi tidak lagi ditangan sehingga semakin sulit untuk mengungkapnya.

Dan jika tertangkap, mereka beralasan hanya pemakai dan sebagainya apalagi BB yang di dapat memang kecil atau sedikit sehingga akhirnya direhabilitasi saja.

"Pengedar tersebut membagi paket kecil-kecil, dan transaksinya tidak lagi di rumah. Cukup mereka janjian, uang ditransfer atau diberikan baru nanti pengedar menelpon atau memberitahu pembeli untuk mengambil narkobanya di suatu tempat misalnya di bawah pohon dan sebagainya. Jadi tidak lagi jual beli langsung," ungkapnya.

Selain itu, sambung AKP Burnani, mobilisasi narkotika dari tempat asal hingga sampai ke Muara Enim sebagian besar menggunakan jalur darat menggunakan mobil dan kereta.

Namun untuk yang paling aman mereka akan membawanya menggunakan kereta, sebab tidak ada pemeriksaan dari aparat.

Hal ini kami dapatkan dari pemeriksaan para pelaku yang berhasil ditangkap. Untuk penyebaran peredaran Narkoba yang paling banyak dari daerah kecamatan Lawang Kidul, Lubai dan Sungai Rotan.

Untuk motif bermacam-macam seperti ada alasan ekonomi, sudah kecanduan sehingga nekat ikut mengedarkan narkotika untuk mendapatkan narkoba gratis dan sebagainya. (ari)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved