Profesi Ayah Yessy TNI Berpangkat tapi Kesulitan Ekonomi, Terkuak Ini Penyebab Korban Penipuan
Selain membantu Yessi kembali bekerja di kantor desa, kang Dedi Mulyadi juga menyoroti penyebab kondisi ekonomi keluarga Yessi yang terpuruk.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
Anak pertamanya Yessy, yang kedua lak-laki masih kelas 1 SMA, dan yang bungsu kelas 5 SD.
Baca juga: Ditipu Investasi Bodong Rp 200 juta, Pantes Ayah Yessi Pontang-panting Jualan Gas & Pelihara Kambing
Sebelumnya kang Dedi Mulyadi sebagai anggota DPR RI memeriksa apakah Yessi sudah menata dengan baik dan rapi rumahnya.
Kemudian, kang Dedi Mulyadi juga membahas mengenai penyebab ekonomi keluarga Yessi yang terpuruk.
"Harus dijelasin kenapa sih ibu ini bapaknya itu pangkatnya sebesar Mayor loh anggota Koramil kok kelihatan susah banget," ujar kang Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi meminta ibu Yessi untuk memberikan penjelasan terkait ekonomi yang sulit.
Hal ini bertujuan untuk meluruskan tuduhan yang muncul di publik.
Sementara itu, ibu Yessi enggan membahas mengenai masalah ekonomi yang dialami.
Baca juga: Bangun Siang Ekspresi Yessi Dicibir, Mantan Ryan Dono Dicap tak Punya Malu, Singgung Soal Pria Kaya

Akhirnya kang Dedi Mulyadi membeberkan latar belakang dan penyebab terpuruknya ekonomi keluarga Yessi.
Diketahui jika ayah Yessy sampai berjualan gas dan galon hingga memelihara kambing demi mencukupi biaya hidup.
Bahkan hasil dari usaha itu digunakan untuk ongkos pulang dan pergi berdinas di Cikarang.
Sementara uang gaji ayah Yessy digunakan untuk menutupi pinjaman di bank.
"Kenapa gaji tentaranya sedikit, karena uang yang dari baknya ibu pernah cerita ke saya yaitu ditipu oleh orang lain," jelas kang Dedi.
"Pura-pura meningkatkan taraf hidup tahunya malah jadi makin belang, jadi ada orang yang nawarin investasi penambangan emas di Kalimantan, tapi ya gitu pokoknya," tambah ibu Yessi.
"Diserahin ke orangnya gak balik lagi dan uangnya sampai 200 juta, kalo untuk panagkat Sersan Mayor ngambil uang ke bank 200 juta berapa tahun lagi itu bu cicilan, masih 4 tahun lagi," lanjut kang Dedi.