Berita Pln

Komisi VII DPR RI Dukung PLN Optimalkan Holding & Subholding Untuk Efisiensi Tingkatkan Kontribusi

Komisi VII DPR RI mendukung PT PLN (Persero) mengoptimalkan pembentukan holding subholding.

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas UID S2JB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi menilai langkah transformasi PLN perlu didukung, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin (5/12/2022). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Komisi VII DPR RI mendukung PT PLN (Persero) mengoptimalkan pembentukan holding subholding.

Melalui transformasi organisasi ini, PLN dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat dan negara.

Dalam proses pembentukan holding subholding, saat ini PLN tengah menyelesaikan proses penandatanganan legal, setelah pada 21 September 2022 lalu dilakukan _virtual launching_.

Kantor PLN Pusat, Rabu (7/12/2022)
Kantor PLN Pusat

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi menilai langkah transformasi PLN perlu didukung.

Sebab, menurut dia dengan pembentukan holding subholding membuat PLN lebih lincah dan efisien.

Terlebih lagi saat ini masyarakat erat dengan dunia digital, maka dengan memaksimalkan transformasi ini harapannya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Ini patut didukung, karena mengedepankan konsep efisiensi. Apalagi, dengan tantangan transisi energi, PLN punya peluang untuk menjadi BUMN utama dan unggulan dan mampu memberikan profit kepada negara," ujar Bambang Haryadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin (5/12/2022).

Senada dengan Wakil Ketua Komisi VII, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB Dapil Jawa Tengah VI, Abdul Kadir Karding menilai perubahan struktur perusahaan ini membuat PLN mempunyai ruang yang lebih strategis dalam mengembangkan potensi listrik di Indonesia.

Terutama untuk potensi sumber listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), di mana Indonesia adalah lumbung potensi EBT.

"Karena potensi listrik kita begitu besar dan tidak menutup kemungkinan ke depan kita bisa menjadi lumbung energi khususnya EBT, mau tidak mau ada perubahan agar pelayanan jadi bagus, dan bisnis terurus dengan tepat," ujar Abdul Kadir.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, melalui pembentukan holding subholding ini yang semula semua sistem di PLN melalui skema manual dan tercecer, maka bisa terkonsolidasi dan termonitor secara efisien. Pembangkit yang semula terpisah saat ini dikonsolidasikan, proses bisnis yang kompleks disederhanakan, pengadaan energi primer dari semula 5 titik menjadi 1 titik, aset kelistrikan yang belum optimal dimaksimalkan lewat beyond kWh. 

"Langkah ini dilakukan supaya PLN bisa lebih gesit dan lincah dalam menghadirkan kelistrikan yang andal bagi masyarakat," kata Darmawan Prasodjo.

Integrasi aset melalui pembentukan subholding Generation Corporation (Genco) 1 dan Genco 2 memudahkan optimalisasi aset dan mengurangi biaya operasional tahunan di sektor pembangkitan. 

"Utilisasi aset menjadi jauh lebih optimal. Dari konsolidasi aset pembangkitan Genco saja PLN bisa menurunkan Opex hingga 4 persen,” jelas Darmawan Prasodjo.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved