Berita Selebriti

Jelang Nikahi Erina Gudono, Kaesang Dikritik Pedas Imbas Foto Prewedding Pakai Baju Adat Papua

Kaesang Pangarep dikritik pedas oleh Veronica Koman imbas foto prewedding mengenakan pakaian adat Papua, disebut melecehkan budaya.

Penulis: Melati Putri Arsika | Editor: Fadhila Rahma
capture/Twitter
Veronica Koman (kiri) mengkritik foto Prewedding Kaesang Pangarep dan Erina Gudono ketika mengenakan pakaian adat Papua. 

SRIPOKU.COM - Pernikahan putra bungsu Prisiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono diterpa kritikan pedas.

Pasalnya Kaesang Pangarep dan Erina Gudono mengunggah foto prewedding yang menggunakan pakaian adat Papua.

Hal itu membuat Kaesang Pangarep mendapat kritikan pedas dan tajam dari seorang aktivis perempuan.

Baca juga: Nanti Kalian Ikut Kaesang Langsung Bulan Madu Usai Menikah, Akui Sudah Mumet

Foto Prewedding Kaesang Pangarep dan Erino Gudono mengenakan pakaian adat Papua dikritik pedas.
Foto Prewedding Kaesang Pangarep dan Erino Gudono mengenakan pakaian adat Papua dikritik pedas. (capture/Twitter)

Ia bernama Veronica Koman yang berani mengomentari foto prewedding Kaesang Pangarep.

Veronica Koman melontarkan kritikan untuk Kaesang melalui akun Twitternya.

Sebelum itu, momen foto prewedding Kaesang mengenakan pakaian adat Papua beredar luas di sosial media.

Foto tersebut diunggah ulang oleh akun @ArnoldBelau dan diberi komentar serta kritikan.

"Foto prewedding @kaesangp: Noken khas Wamena. Harusnya pake koteka. Bukan sali," tulis akun Twitter @ArnoldBelau dikutip Sripoku.com, Rabu (7/12/2022).

Ia lantas menjelaskan terkait pakaian adat Papua yang dikenakan Kaesang dan Erina Gudono ketika prewedding.

"Di Wamena sali biasanya hanya dipake oleh perempuan. Sali/cawat yg di foto itu khas pesisir pantai selatan (mimika we, Asmat, Merauke dan sekitarnya)," jelasnya.

"Mungkin konsepnya yg penting Papua," sambungnya.

Merespon pernyataan akun @ArnoldBelau, Veronica Koman lantas menambahkan kritikan untuk Kaesang Pangarep.

Ia mengatakan sikap yang diambil Kaesang Pangarep termasuk dalam apropriasi budaya.

"Contoh textbook apropriasi budaya: @kaesangp," ungkap Veronica Koman.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved