Berita OKUS

Motif dan Kronologis Pembunuhan Pelajar yang Ditemukan Tewas di Kebun Kopi di OKU Selatan

"Motifnya, salah seorang tersangka tersinggung sebab dituduh oleh korban melakukan pencurian hewan," ungkap Kapolres.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Ahmad Farozi
alan nopriansyah/sripoku.com
Satreskrim Polres OKU Selatan telah menangkap tiga orang diduga pelaku pembunuhan terhadap Aldi Saputra (13) pelajar yang ditemukan tewas di kebun kopi Desa Pematang Danau Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan. Ketiga tersangka dihadirkan saat press release di Mapolres OKU Selatan, Selasa (6/12/2022). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Misteri kematian Aldi Saputra (13) pelajar yang ditemukan tewas di kebun kopi Desa Pematang Danau Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan terungkap.

Satreskrim Polres OKU Selatan telah menangkap tiga orang diduga pelaku pembunuhan terhadap korban.

Terduga pelaku adalah rekan korban. Yakni Farhan Maulana (18) warga Desa Pematang Danau, Herdiansyah (19) Warga Desa Tanjung Bulan dan H (13) warga Tanjung Bulan.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha mengungkapkan, motif para pelaku tega menghabisi nyawa korban lantaran tersinggung dan dendam dituduh mencuri hewan oleh korban.

"Motifnya, salah seorang tersangka tersinggung sebab dituduh oleh korban melakukan pencurian hewan," ungkap Kapolres, saat press release dihalaman Mapolres OKU Selatan, Selasa (6/12/2022).

Dikatakan, berawal dari itu, korban dicegat ketiga pelaku saat dalam perjalanan menuju rumahnya dari Desa Pematang Danau ke Desa Tanjung Bulan.

"Korban dipukuli, dan yang lebih memperihatinkan korban ditusuk di bagian leher, mulut dibekap menggunakan kain saat dibuang di kebun yang ditutupi dengan ranting pohon kayu manis," terangnya.

Usai pembunuhan sadis tersebut, korban yang diketahui sudah menghilang selama sebelas hari baru ditemukan oleh petani.

Sementara para pelaku berusaha menghilangkan jejak. Motor korban dijual dan dua diantaranya melarikan diri ke Kota Palembang.

Kepolisian awalnya meringkus tersangka Farhan. Sementara dua tersangka lainnya ditangkap saat hendak melarikan diri dicegat polisi di Kota Palembang.

Selain menangkap ketiga tersangka, polisi juga mengamankan enam barang bukti.

Diantaranya sepeda motor Honda Revo milik korban, handphone, senjata tajam garpu, sebuah kayu, sehelai baju dan jaket korban.

Kepala korban ditemukan terpisah dari badannya disebabkan luka tusukan dan kaki di makan hewan buas setelah 11 hari dibiarkan didalam kebun.

Tersangka dijerat pasal 80 Ayat (3) Jo 76 huruf (c) UU nomor 35 Tahun 2014 perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 340 KUH Pidana

"Tersangka diancam hukuman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," pungkas kapolres.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved