Profil Wong Kito
Profil Ipda Roland, Lulusan Akpol 2021, Ungkap Kasus Curanmor 80 TKP di Polrestabes Palembang
Dibalik ungkap kasus komplotan pencurian kendaraan motor (curanmor) di 80 TKP (tempat kejadian perkara) dan 59 laporan polisi
Penulis: Andi Wijaya | Editor: bodok
Ketika ditanya ada rasa takut saat berhadapan dengan pelaku kejahatan, Ronald menuturkan, tentunya semua orang pasti ada rasa takut, tetapi takut hal yang tidak diinginkan di lapangan, bukan takut dengan pelaku kejahatan.
Namun yang pasti sebelum melakukan giat penangkapan dan penggerebekan di awali dengan doa terlebih dahulu.
"Sebelum giat pasti kita berdoa dulu, dan melakukan pemetaan di lokasi yang dituju, setelah aman, dan sesuai SOP, barulah kita melakukan penangkapan dan penggerebekan," tegas Roland.
Adakah motto yang selalu dipegang, tentu setiap orang ada motto, kalau dirinya yakni "Diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain," ungkapnya sambil berpesan kepada semua pelaku kejahatan di Kota Palembang.
"Tidak ada kejahatan yang sempurna, siapapun bagaimanapun dimanapun pasti akan terungkap," ungkapnya.
Terakhir, adalah cita-cita yang belum terwujud tambah Ronald, ada pertama selalu membuat senang membanggakan ibu, ibu, ibu, yang tercinta.
Lalu yang kedua, tentunya bertugas maksimal mungkin dan Ronald bercita-cita ingin menjadi Kapolda Sulawesi Utara.
"Dengan niat dan keinginan pasti tercapai, dan Doakan, Amin" tutupnya. (diw)
Biodata
Nama : Ipda Roland Kharis Sejahterawan Baemamenteng, S.Tr.K,
TTL : Pria kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 8 November 1998 ini
Anak ke 1 dari 3 bersaudara
Nama ayah : Nimbrot Baemamenteng, S.Th., M.Pd.K (almarhum)
Nama ibu : Donna Octavia Fabiola Sritimursari Tamaka
Lulusan : SMA N 1 Tahuna, Tahun 2016
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ipda-Roland-Kharis-Sejahterawan-Baemamenteng-STrK-sebagai-Kasubnit-2-Unit-Ranmor-Satreskrim.jpg)