Profil Selebriti

Profil Fariz Rustam Munaf, Musisi Legendaris Tanah Air Keturunan Belanda, Dijuluki The Immortals

Mulai dari perjalanan karir hingga kehidupan pribadi dimuat dalam Profil Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
capture/instagram/farizrm.official
Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM, Musisi Legendaris Tanah Air. Simak Profil Fariz RM dalam artikel di bawah ini. 

SRIPOKU.COM - Berikut profil Fariz Rustam Munaf atau biasa dikenal Fariz RM.

Profil Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM ini salah satu musisi legendaris tanah air yang terkenal.

Mulai dari perjalanan karir hingga kehidupan pribadi kami sajikan dalam artikel Profil Fariz Rustam Munaf di bawah ini.

Baca juga: Vina Panduwinata, Deddy Dhukun, Fariz RM, dan Mus Mujiono akan Konser di Palembang, Cek Harga Tiket

Penasaran seperti apa Profil Fariz Rustam Munaf? Berikut ulasannya.

Fariz Rustam Munaf, Musisi Legendaris Tanah Air
Fariz Rustam Munaf, Musisi Legendaris Tanah Air

Profil

Fariz Rustam Munaf ini lahir pada 5 Januari 1959, dikenal secara profesinal sebagai Fariz RM, adalah seorang penyanyi, pemusik dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia keturunan Belanda, Betawi dan Minangkabau, Sumatera Barat.

Ia dikenal atas lagu-lagu ciptaannya, seperti "Barcelona" dan "Sakura", yang menjadi hits pada awal dekade 1980-an.

Melansir wikipedia, Fariz lahir dari keluarga pemusik, pasangan Rustam Munaf asal Minangkabau dan Hj. Anna Reijnenberg seorang campuran Belanda-Betawi.

Ayahnya adalah seorang penyanyi di RRI Jakarta, sedangkan ibunya adalah seorang pelatih piano.

Sejak kecil ia telah diperkenalkan kepada dunia musik. Selain pada ibunya, Fariz belajar piano pada Sunarto Sunaryo dan Prof. Charlotte Sutrisno JP.

Perjalanan Karir

Fariz mengawali kariernya sejak berusia 12 tahun. Ia membentuk Young Gipsy bersama Debby Nasution dan Odink Nasution.

Fariz juga bekerja sama dengan Addie M.S., Adjie Soetama, dan Iman R.N. untuk membuat operet di acara perpisahaan sekolahnya.

Karier profesionalnya diawali tahun 1977, bersama Adjie Soetama, Raidy Noor, Addie MS, dan Ikang Fawzi yang juga telah berteman dengan Fariz sejak duduk di bangku SMAN 3 Jakarta.

Fariz menjajal kemampuannya di Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan Radio Prambors.

Langkah pertamanya ini berhasil membawanya duduk manis di urutan ketiga. Tawaran band pun mulai datang menghampirinya.

Fariz melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil fokus studi Seni Rupa.

Di samping menimba ilmu, Fariz juga memperdalam teknik bermusiknya.

Ia menjadi keyboardist pengganti di band beraliran rock, Giant Step.

Selain itu, Fariz juga mengisi posisi drummer untuk band rock The Rollies.

Musisi multitalenta ini juga dipercaya untuk mengiringi kelompok musik asal Bandung pimpinan Harry Roesli tahun 1979 silam.

Selang setahun, Fariz merilis album Sakura. Tidak tanggung-tanggung, dirinya memainkan drum, gitar, keyboard, bass, hingga perkusi sendirian.

Dengan warna musik yang fresh dan groovy, album tersebut sukses besar. Nama Fariz RM pun semakin melambung.

Meski pasaran musik kala itu masih mendayu-dayu, namun Fariz menawarkan warna baru ke masyarakat.

Musik-musik karya Fariz bisa membuat penikmatnya menari. Ia berhasil menonjolkan aransemen brass section sebagai aksentuasi dan teknik bernyanyi falsetto.

Fariz dan Erwin Gutawa menciptakan grup musik Transs. Di sanalah Fariz memperkenalkan musik fusion yang memadukan jazz dan rock.

Konsep ini akhirnya berhasil menginspirasi musisi lainnya untuk mengadopsi genre serupa seperti seperti Krakatau, Karimata, dan Emerald.

Trans berhasil menelurkan dua album Hotel San Vicente (1981) dan Tembang Remaja ’81 (1981).

Lalu pada tahun 1983, Fariz bergabung dengan Wow! Bersama Iwan Madjid dan Darwin B Rachman. Mereka bertiga menelurkan album Produk Hijau.

Lagi-lagi, lewat bandnya ini Fariz yang berprofesi sebagai drummer menawarkan nuansa rock progresif ke masyarakat.

Namun sayangnya, setelah debut album dirilis, Fariz justru mengundurkan diri dari band tersebut.

Dalam hal asmara, Fariz telah menikah dengan Oneng Diana Riyadini pada tahun 1989.

Dari pernikahannya mereka dikaruniai 3 orang anak, yaitu Ramanitya Khadifa, si kembar Ravenska Atwinda Difa dan Rivenski Atwinda Difa, serta Syavergio Avia Difaputra.

Namun sayang, Ramanitya Khadifa wafat karena paru-parunya tidak berkembang.

Selama berkarier di dunia musik, hingga tahun 2012, Fariz tercatat telah merilis 21 album solo, 72 album kolaborasi, 18 album soundtrack, 27 album produksi di mana dia berperan sebagai produser, serta 13 album internasional yang dirilis di Eropa dan Asia Pasifik.

Meski kariernya cemerlang, namun Fariz memiliki sisi lain yang kelam. Ia pernah kecanduan alkohol dan narkoba.

Kebiasaan buruk itu telah mebuat Fariz mengidap kanker liver pada 1996. Penyakit itu pula yang membuatnya tidak seproduktif tahun 80-an.

Pada 28 Oktober 2007, Fariz kembali ketahuan terjerat dengan narkoba.

Ia ditahan polisi dengan barang bukti 1.5 linting ganja sebesar 5 gram yang disembunyikan dalam bungkus rokok miliknya.

Ditambah lagi, tes urin Fariz pun membuktikan bahwa ia positif mengonsumsi narkoba jenis ganja.

Ternyata kehidupannya dengan narkoba belum berakhir, pada 25 Agustus 2018, ia kembali tertangkap polisi.

Kariernya yang cemerlang di dunia musik, dengan mendapatkan anugerah AMI Lifetime Achievement Awards 2017, harus tercoreng dengan barang haram ini.

Kehidupan Pribadi

Fariz menikah dengan Oneng Diana Riyadini, mantan peragawati asal Semarang, Jawa Tengah pada akhir tahun 1989.

Tak terlalu lama menunggu, Fariz-Oneng pun segera dikaruniai momongan.

Namun sayang, putri pertama mereka, Ramanitya Khadifa hanya 15 detik menghirup udara dunia karena paru-parunya tidak berkembang.

2 tahun kemudian, pasangan ini pun dikaruniai putri kembar, Ravenska Atwinda Difa dan Rivenski Atwinda Difa yang lahir 26 Oktober 1991.

Kemudian si kembar memiliki adik, Syavergio Avia Difaputra lahir 11 September 1998.

Dijuluki The Immortals

Pelantun lagu Sakura itu bahkan tercatat sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008 oleh majalah Rolling Stone Indonesia.

Fariz RM muda begitu digandrungi oleh remaja-remaja saat itu.

Meski kini sudah berusia 63 tahun, lagu-lagunya melekat di generasi tahun 80 hingga 90-an.

=====

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved