Berita OKU

Dorong Percepatan Kampung Budidaya Ikan Gabus, Kodim 0403 OKU Bantu Pembuatan Demplot Kolam Ikan

Dandim 0403 OKU Letkol Inf Ferizal R menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Program Sumsel Mandiri pangan melalui budidaya ikan gabus.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Ahmad Farozi
leni juwita/sripoku.com
Dandim 0403 OKU Letkol Inf Ferizal R, bersama masyarakat dilokasi pembuatan kolam demplot ikan gabus di Desa Martajaya Kecamatan Lubukraja Kabupaten OKU, Selasa (8/11/2022). 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Pemkab OKU melalui Dinas Perikanan dan Peternakan telah mencanangkan Desa Martajaya Kecamatan Lubukraja Kabupaten OKU sebagai kampung Budidaya Ikan Gabus.

Kini perhatian dan bantuan dari berbagai pihak tercurah kepada Kampung Budi daya Ikan Gabus

Untuk mendukung percepatan terwujudnya kampung budidaya ikan gabus, Kodim 0403 OKU turun langsung membantu pembuatan demplot kolam ikan gabus.

Dandim 0403 OKU Letkol Inf Ferizal R menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Program Sumsel Mandiri pangan melalui budidaya ikan gabus.

Ikan gabus menjadi salah satu ikan yang banyak diminati oleh seluruh lapisan masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Apalagi Sumsel terkenal dengan kota pempek dan salah satunya pempek iwak gabus.

"Pempek kuliner yang wajib ada setiap hari, pagi makan pempek, siang makan pempek dan malam jugo makan pempek," kata Dandim.

Bahan baku utama pembuatan pempek ini dari daging ikan belida.

Namun saat ini ikan belida merupakan jenis ikan yang sudah dilindungi. Lalu ikan tenggiri didatangkan dari jauh dan harganya lebih mahal.

Satu-satunya ikan yang lebih mudah didapatkan adalah ikan gabus. Pempek ikan gabus ini memang rasanya lebih lezat setara dengan ikan belida dan ikan tenggiri.

Kunier khas Sumsel lainnya seperti kerupuk, kemplang, lakso, tekwan, pempek panggang, abon ikan yang semuanya menggunakan bahan baku utama ikan gabus.

Ikan gabus memiliki industri hilir yang bernilai ekonomis tinggi.

Apalagi jika sudah dibikin ekstrak berupa kapsul albumin, minyak albumin yang harga per liternya mencapai Rp 1,8 juta.

Kapsul albumin ini sangat dibutuhn untuk pemulihan pasien yang habis dioperasi.

Selama ini ikan gabus ditangkap dengan cara disetrum yang tentunya akan menghancurkan semua ekosisitim air.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved