Berita Ogan Ilir

Rizky Pembunuh Kakek di Ogan Ilir Ternyata Sakit Pembesaran Jantung

Rizky (20) Salah seorang tersangka pembunuhan kakek di Ogan Ilir, mengaku mengalami keluhan penyakit

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung
Rizky salah seorang pelaku pembunuhan kakek di Ogan Ilir mengaku mengalami penyakit pembesaran jantung, Senin (7/11/2022) 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Rizky (20) Salah seorang tersangka pembunuhan kakek di Ogan Ilir, mengaku mengalami keluhan penyakit kardiomegali atau pembesaran jantung.

Tapi meski dalam kondisi sakit, Rizky mengaku tega membunuh korban karena tergiur dengan uang jutaan rupiah yang ada di tas korban.

Rizky mengaku perlu biaya besar untuk mengobati penyakit pembesaran jantung yang dialaminya.

"Waktu divonis dokter ada kelainan jantung, ada pembesaran jantung, saya pernah sekali berobat tapi tidak tuntas. Tidak ada biaya," kata Rizky saat dipaparkan di Mapolres Ogan Ilir, Indralaya, Senin (7/11/2022) siang.

Pendapatan sebagai buruh dan tukang rumput sebesar Rp 35 ribu per hari, tak cukup bagi Rizky untuk biaya berobat.

"Pendapatan sehari-hari hanya cukup untuk makan. Tidak cukup untuk biaya berobat," ujar pemuda lajang ini.

Menurut polisi, tersangka Rizky turut melakukan penganiayaan dengan memukulkan kayu ke wajah korban hingga berdarah.

"Sementara si otak pembunuhan, tersangka Agus mengawasi TKP. Tersangka RR selain menusuk, juga menjerat leher korban menggunakan tali," terang Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman.

Setelah korban meregang nyawa, ketiga tersangka membawa kabur uang milik korban senilai hampir Rp 7 juta.

Ketiga tersangka pun ditangkap pada Senin (31/10/2022) malam sekira pukul 23.00 dan langsung digelandang ke Mapolres Ogan Ilir.

"Ketiga tersangka dijerat Pasal 365 KUHP Ayat 4 tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat hingga meninggal dunia. Ancaman hukumannya pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun," kata Andi menegaskan.

Menanggapi keluhan penyakit tersangka Rizky, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Regan Kusuma menegaskan bahwa setiap tersangka tetap mendapatkan hak-haknya selama menjalani proses hukum.

"Kalau memang ada penyakit, nanti akan kami akan koordinasikan dengan Sat Tahti (Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti)," kata Regan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved