Berita Pln
Sinergi PLN & Lembaga Pendidikan dalam Pengembangan Co-firing, PLN Beri Bantuan untuk Riset Biopalet
kontribusi PLN dalam upaya pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan biomassa limbah pertanian untuk mengurangi ketergantungan pemakaian energi fosil
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Turut mendukung pengembangan co-firing pada pembangkit-pembangkit tersebar di Sumatera, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UP2D S2JB) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersinergi dengan Politeknik Negeri Sriwijaya dalam Penelitian Biopalet untuk Co-Firing.
Kerjasama ini dibangun untuk meningkatkan kontribusi PLN dalam upaya pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan biomassa limbah pertanian untuk mengurangi ketergantungan pemakaian energi fosil.
Bertempat di Aula Politeknik Negeri Sriwijaya, Rabu (2/11/2022), Tim Peneliti Polsri memaparkan hasil penelitiannya kepada pihak PLN.

Penelitian yang diketuai oleh Prof Rusdianasari tersebut memberikan masukan bagi PLN dalam hal meningkatkan bauran energi baru terbarukan untuk mendukung pilar Green pada program transformasi PLN.
Pemanfaatan energi baru terbarukan terus ditingkatkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Salah satu yang didorong dalam RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasiona) 2019-2038 yakni melalui metode co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan memanfaatkan biomassa sebagai bahan substitusi batubara.
Baca juga: Menjelang KTT G20, 6 Perusahaan Dukung Energi Hijau Lewat REC PL
Co-firing biomassa tidak hanya mengurangi penggunaan bahan bakar fossil secara bertahap, tetapi juga dapat menjadi solusi permasalahan sampah sekaligus menggerakkan ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa yang sesuai untuk co-firing pada pembangkit-pembangkit PLN yang ada di Sumatera berdasarkan nilai kalornya adalah biopelet dari cangkang kelapa sawit, serbuk kayu, tandan kosong kelapa sawit, sabut kelapa, sekam padi, dan ampas tebu Dari segi kimia, kandungan abu yang memenuhi syarat di antaranya ampas tebu, ampas kelapa, dan serbuk kayu.
Manager Bagian Perencanaan UP2D S2JB, M Ghazali Alghifari, mewakili manager UP2D S2JB mengatakan bahwa penelitian ini merupakan bentuk dukungan serta sinergi antar unit induk PLN untuk sama-sama mendukung peningkatan penggunaan energi baru terbarukan.
Baca juga: Jelang KTT G20, PLN Pamerkan 2 PLTS dan 33 PV Rooftop di Bali
“PLN UID S2JB sebagai Koordinator Provinsi dalam program TJSL juga turut memberikan dukungan dalam upaya co-firing yang dapat diimplementasikan pada pembangkit-pembangkit PLN. Penelitian ini dapat menjadi masukan bermanfaat bagi PLN khususnya untuk pembangkit yang ada di Sumatera Selatan, agar dapat mengurangi pemakaian fossil atau batu bara sesuai dengan arahan pemerintah” ujar Ghazali.
Ketua Tim Penelitian dari Polsri, Prof Rusdianasari, mengungkapkan bahwa Polsri sebagai lembaga pendidikan siap bersinergi untuk pengembangan penelitian co-firing.
“Ada banyak sekali variable yang bisa diteliti untuk implementasi co-firing ini. Kami dari Polsri siap mendukung pengkayaan ilmu melalui penelitian serta mendukung program Green PLN untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fossil” ungkap Rusdianasari.