Mahasiswa di Palembang Dianiaya Senior

Mahasiswa Dianiaya Senior di Palembang Bakal Tempuh Jalur Hukum, Ini Kata Polsek Gandus

Benar adanya kejadian itu, dan telah dilakukan perdamaian dengan di dampingi orangtua dan kakak korban ZL (21) serta panitia

Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Chairul Nisyah
Kapolsek gandus Wanda Dira Bernard 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polsek Gandus, membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang berinisial AR di Bumi Perkemahan Gandus, Kota Palembang.

AR (19) mengalami luka lebam dibagian mata, bibir bengkak, kedua tangan biru
karena penganiayaan tersebut.

Kapolsek Gandus Palembang, AKP Wanda Dhira Bernard membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Benar adanya kejadian itu, dan telah dilakukan perdamaian dengan di dampingi orangtua dan kakak korban ZL (21) serta panitia," kata dia, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Dianiaya Senior saat Diksar, DPRD Sumsel Minta Diusut Tuntas

Kejadian ini kata dia, terjadi akibat adanya kesalahpahaman internal dalam organisasi mereka.

Sehingga terjadilah aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka lebam.

"Jadi sudah ada surat pernyataan antara kedua belah pihak, yang kita saksikan bersama pihak keluarga hingga panitia setempat," kata dia.

Sementara itu, kakak kandung korban, ZL, mengatakan, bahwa adiknya mahasiswa semester tiga Jurusan Ilmu Perpustakaan melakukan Diksar di Bumi Perkemahan Gandus.

"Adik saya dituduh membocorkan rahasia internal," kata dia.

Awalnya pihaknya menyangkal adanya kekerasan fisik dan akan melakukan damai.

Namun setelah melakukan visum di Rumah Sakit (RS) Hermina Jakabaring didapati lebih dari kekerasan fisik.

"Adik saya masuk rumah sakit kemarin (Minggu-Red) pukul 12.30, dan setelah dilakukan visum kita mendapati adanya kekerasan melebihi kekerasan fisik dan dia baru mau cerita kepada kami," bebernya.

Untuk itu pihaknya akan menempuh jalur hukum.

"Kalau seperti ini kita akan menempuh jalur hukum, kita harapkan orang yang melakukan ini bertanggung jawab, khususnya pihak kampus juga ikut bertanggung jawab karena memberikan izin dan mengetahui kegiatan itu," ungkapnya. (Diw).

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved